KH. Hasan Besari adalah ulama Nahdlatul Ulama
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil KH. Hasan Besari
Kelahiran
KH. Hasan Besari Lahir pada tahun 1729 M. beliau merupakan putra kedua dari Kiai Muhammad Ilyas bin Kiai Ageng Muhammad Besari dari istri pertamanya. Hasan Besari memiliki nama lengkap Kanjeng Kiai Bagus Hasan Besari. Hasan Besari hidup dan dibesarkan di lingkungan pondok pesantren, sehingga membuatnya menjadi pribadi yang alim, sosok penyabar, pandai, juga seorang ahli tirakat.
Hasan Besari Juga seorang yang gagah punya wajah yang menarik dan postur tubuh yang tegap, sehingga putri dari Pakubuwono III yaitu Bra. Murtosyah tertarik dan meminta ayahandanya untuk melamarkan untuknya. Pernikahan itu ketika Hasan Besari berumur 36 tahun. Karena permintaan putri yang disayanginya, akhirnya pada tahun 1765 M Hasan Besari dan Bra. Murtosyah menikah dan dikaruniai 6 orang putra. R.M. Martopoero, R.A. Saribanon, R.A. Martorejo, R.M. Cokronegoro, R.M. Bawadi, R.A. Andawiyah.
Dalam tradisi masyarakat Jawa ulama atau Kiai mempunyai posisi yang sangat tinggi dalam strata sosial masyarakat. Karena dalam masa pemerintahan kolonial para pemimpin kekuasaan seperti sultan dan raja lebih menaruh perhatiannya dalam politik, dan urusan agama diserahkan kepada para Kiai. Sedangkan, urusan agama ini bukan hanya soal hukum saja tapi juga termasuk yang mengatur masalah-masalah sosial, sehingga kebanyakan Kiai memiliki pengaruh yang sangat luas dipemerintahan dan masyarakat.
Begitu Juga KH. Hasan Besari sangat besar pengaruhnya pada masyarakat khususnya Tegalsari umumnya masyarakat Ponorogo dan Kasunanan Surakarta. Sampai saat ini pun namanya juga masih sangat dikenal akrab khususnya di masyarakat Ponorogo. Makamnya sampai kini masih sering dikunjungi peziarah baik dari daerah Ponorogo sendiri maupun dari luar Ponorogo.
Sejak usia muda, Hasan Besari adalah trah langsung Kiai maksudnya, Hasan Besari adalah putra Kiai Ilyas dan Kiai Ilyas adalah Putra dari Kiai Ageng Muhammad Besari, berarti Hasan Besari merupakan cucu dari pendiri pondok pesantren Gebang Tinatar yaitu Kiai Ageng Muhammad Besari. Tegalsari merupakan daerah yang sangat subur dan makmur, aman, sentosa, sehingga menjadi kiblat oleh desa-desa sekitarnya, rakyatnya rukun dan ta‟dzim kepada Hasan Besari.
Sebagai pemuka agama secara tradisional berasal dari keluarga yang berpengaruh, Ulama dan Kiai merupakan faktor pemersatu dalam tatanan sosial pedesaan. Hirokosi Hiroko mengatakan:
“Bahkan dewasa inipun, para penduduk desa mengatakan bahwa desa-desa tanpa ulama mungkin runtuh sendiri. Karena kesulitan untuk mempersatukan komunitas-komunitas yang berbeda. Beberapa ulama menerima tawaran keluarga-keluarga kaya untuk pindah ke desa-desa mereka gunamengembangkan dan mempraktikkan ilmu agamanya disana”
Nampaknya alasan inilah yang menyebabkan Sunan Pakubuwono IV dari Surakarta saat itu menetapkan Hasan Besari menjadi lurah yang mengaturtampu kepemimpinan di desa Tegalsari.
Pendidikan
Salah satu komponen terpenting dalam dunia pesantren adalah Kiai, kiai mempunyai peranan penting dalam dunia pesantren maupun masyarakat karena seorang kiai adalah public figurebagi golongan tersebut, hampir semua perkataannya dianggap sebagai sabda yang harus ditaati dan dipercaya sepenuh hati. Kiai adalah seorang pemimpin pondok dan seorang muslim yang “alim”, berpendidikan maju, yang mampu membaca, menafsirkan, serta mengajarkan al-Qur’an dan juga memberikan ulasan-ulasan terpenting dari bahasa arab.
Untuk menjadi seorang Kiai, seorang pemula harus maju melangkah melalui be
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

