KH. Ahmad Muzammil, Pendiri Pesantren Rohmatul Ummam, Kab. Bantul.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mengasuh Pondok Pesantren
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karier Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Ahmad Muzammil yang sering disapa Kyai Muzammil lahir di tanah Bangkalan, Madura pada tanggal 14 Agustus 1970. Kedua orang tuanya bernama Haji Mahrus dan Sa’diyah. Beliau adalah anak kedua dari empat bersaudara dan dibesarkan dalam keluarga yang taat dalam melaksanakan ajaran agama Islam.
1.2 Wafat
KH. Ahmad Muzzammil telah berpulang pada hari Kamis tanggal 27 Mei 2021 dini hari.
1.3 Riwayat Keluarga
Beliau menikah dengan seorang wanita sholehah dan dikaruniai beberapa anak.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Semasa kecil KH. Ahmad Muzammil memperoleh ilmu agama dari kedua orang tuanya. Masa tingkat sekolah dasarnya ditempuhnya di dua tempat yaitu di sekolah rakyat dan Madrasah Ibtidaiyah. Pendidikan selanjutnya selama setahun di Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin Al-Aziziyah Sebaneh, Bancaran, Bangkalan, Madura. Beliau berguru pada Kyai Thabrani bin Abdul Aziz. Beliau pindah ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo selama 9 tahun hingga ke perguruan tinggi dan menjadi alumni angkatan pertama.
2.2 Guru-Guru beliau saat menuntut ilmu di antaranya:
- Haji Mahrus
- Kyai Thabrani bin Abdul Aziz
- KH.R. As’ad Syamsul Arifin
- KH. Abdul Wahid Zaini
- KH. Hasan Abdul Wafi
- KH. Yusuf Muhammad
- KH. Afifuddin Muhajir
2.3 Mengasuh Pondok Pesantren
Beliau memutuskan hijrah ke daerah tersebut pada hari Selasa Pahing, 5 Agustus 1997 M/1 Rabi’ul Akhir 1418 H. Tujuan hijrahnya tidak ada lain, adalah untuk menyebarkan ilmu agama dan memperjuangkan terwujudnya masyarakat yang mencintai dirinya, agamanya dan bangsa serta negaranya.
Sejak saat itu perjuangan dimulai, berawal dari numpang di rumah Bapak KH. Achmadi Zaenuri selama 1 tahun lamanya, kemudian membeli sebidang tanah dengan luas 340 M2 yang berasal dari uang infaq salah seorang sahabat karib pengasuh, yaitu Prof. Dr. H. M. Sambas Sabarnurdin,M.Sc yang saat itu menjabat Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Berselang setahun, Pengasuh membangun sebuah mushalla dari bambu, kemudian membangun rumah tinggal yang serba bambu juga. Sejak saat itu, kegiatan pembelajaran ala pesantren dimulai dengan kurang lebih 8 orang santri yang rata-rata berasal dari Sukabumi Jawa Barat.
Waktu terus berjalan, perjalanan perjuangan terus berjalan dengan berbagai rintangan dan tantangan. Dua tahun pertama merupakan masa s
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

