KH. Quhwanul Adib Munawwar Kholil lahir di Grobogan, 25 Juli 1964 dari pasangan bahagia KH. Munawwar Kholil dan Nyai Hj Maslamah. Kiai Adib dibesarkan di lingkungan religius Ayah beliau merupakan pendiri Pondok Pesantren. Al-Maram, Manduran, Grobogan, Jawa Tengah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mengasuh Pondok Pesantren
4.2 Karier
4.3 Karya-Karya
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Quhwanul Adib Munawwar Kholil lahir di Grobogan, pada tanggal 25 Juli 1964 dari pasangan bahagia KH. Munawwar Kholil dan Nyai Hj. Maslamah. Kyai Adib dibesarkan di lingkungan religius oleh Ayah beliau yang merupakan pendiri Pondok Pesantren Al-Maram, Manduran, Grobogan, Jawa Tengah. Oleh karena itu, masa muda beliau dihabiskan untuk mengaji kepada sang ayah KH. Munawwar Kholil.
KH. Quhwanul Adib Munawwar Kholil, juga dikenal sebagai salah satu Masyayikh dan A’wan Pondok Pesantren Langitan, yang dikenal Faqih, sufi, dan penekun kitab-kitab klasik.
1.2 Wafat
Kamis malam, pada tanggal 3 Desember 2020 lalu, KH. Quhwanul Adib wafat. Beliau dimakamkan di Komplek Pemakaman Masyayikh Pondok Pesantren Langitan.
1.3 Riwayat Keluarga
KH. Quhwanul Adib Munawwar Kholil menikah dengan seorang putri dari KH. Abdullah Faqih bernama Ny. Hj. Hanifah, Dalam pernikahannya dengan Ny. Hj. Hanifah beliau dikaruniai lima orang putra-putri yakni Agus Muhammad Muslih, Ning Abidah, Agus Abdur Rouf, Ning Arofah, dan Agus Salim.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak kecil, KH. Quhwanul Adibmuda dikenal sebagai anak yang patuh terhadap kedua orang tua. Apapun yang dikatakan orang tuanya, ia pasti mematuhinya, terutama kepada ibu. Suatu saat, KH. Quhwanul Adib muda ingin sekali berangkat mondok. Kehausannya akan ilmu membawanya ingin segera menimba ilmu di pesantren-pesantren lain.
Namun, sang ayah, KH. Munawwar Kholil tidak mengizinkannya, sang ayah lebih memilih untuk mematangkan intelektualitas KH. Quhwanul Adib muda terlebih dahulu sebelum ia berangkat mondok, dan KH. Quhwanul Adib muda pun menurutinya. Hal itu terbukti, tahun demi tahun, kemampuan intelektualitas Kyai Quhwanul Adib muda bertambah, bahkan beliau kerap kali menggantikan sang ayah untuk memimpin pengajian di depan masyarakat umum. Hingga pada umur 21 tahun, sang ayah mengizinkan KH. Quhwanul Adib muda untuk memulai pengembaraan ilmunya ke pesantren-pesantren di pulau Jawa.
Ada kisah unik sebelum KH. Quhwanul Adib memutuskan untuk mengaji kepada KH. Dimyathi Rois, sebagaimana diceritakan oleh Gus Abdur Rouf, p
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

