Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. R. Ahmad Masyhud, Pendiri Pesantren Al-Istiqomah Wanasari, Bandung
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. R. Ahmad Masyhud, Pendiri Pesantren Al-Istiqomah Wanasari, Bandung

lahir 1916 M · 3.983 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. R. Ahmad Masyhud di Subang pada tanggal 22 April 1916 M. Beliau merupakan anak pertama dari kedua bersaudara, ayahnya bernama KH. Aceng Muhammad Qolyubi dan Ibunya bernama Hajjah Siti Maemunah, beliau mempunyai seorang adik yang bernama KH. Ahmad Syahid.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Meluruskan Aqidah di Masyarakat
3.2  Mendirikan Pesantren

4.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH. R. Ahmad Masyhud lahir di Subang, pada tanggal 22 April 1916 M. Beliau merupakan anak pertama dari dua bersaudara, ayahnya bernama KH. Aceng Muhammad Qolyubi dan Ibunya bernama Nyai Hj. Siti Maemunah, beliau mempunyai seorang adik yang bernama KH. Ahmad Syahid.

KH. R. Ahmad Masyhud merupakan keturunan dari Tokoh Syekh Abdul Muhyi yang merupakan buyutnya, Syekh Abdul Muhyi adalah seorang Wali Allah yang memiliki segudang karomah bagi warganya di Pamijahan, Tasikmalaya.

1.2 Riwayat Keluarga
Karena dari kecerdasan dan ketekunan yang dimiliki olehnya, KH. Ahmad Syafi’i berpikir untuk menjodohkan KH. R. Ahmad Masyhud dengan putrinya, itu sebabnya beliau dinikahkan dengan putrinya yaitu Nyai Siti Maemunah.

1.3 Wafat
KH. R. Ahmad Masyhud meninggal pada tahun 1985 yang kemudian dimakamkan di Kampung Mahmud berdekatan dengan makam Eyang Dalem Abdul Manaf (Mahmud).

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Latar belakang dari keluarga ulama dan hidup di lingkungan pesantren sejak lahir memberikan sentuhan tersendiri bagi KH. R. Ahmad Masyhud. Sebagaimana keluarga pesantren umumnya dididik dan dibesarkan di lingkungan pesantren. Orang yang pertama kali mendidik dan memberikan bimbingan ilmu agama adalah ayahnya. Ilmu agama diperluasnya dengan cara belajar tidak hanya pada satu guru ataupun pesantren.

KH. R. Ahmad Masyhud pertama kali menempuh pendidikan di Vervolgschool yang lebih dikenal dengan “Sekolah Ongko Loro”, pada tahun 1923 dan lulus mempunyai ijazah pada tahun 1928, beliau menempuh pendidikan di Vervolghschool selama 5 tahun. Kemudian KH. R. Ahmad Masyhud mulai mendaftar sekolah agama di Madrasah Jami’atul Khoer Soreang dari tahun 1929-1931.

Di usianya yang masih belia, KH. R. Ahmad Masyhud menimba ilmu ke beberapa pondok pesantren, pertama kali beliau menduduki Pondok Pesantren Citaliktik Soreang, Kabupaten Bandung, kemudian beliau mondok di pesantren yang lain, di antaranya: Pesantren Cigondewah Bandung, Pesantren Sirnamiskin Babakan Ciparay Bandung, Pesantren Sukaraja Garut, Pesantren Cikuya Cicalengka Bandung, Pesantren Sindangsari Cijerah Bandung, Pesantren Gentur Cianjur, dan Pesantren Cibaduyut Bandung.

2.2 Guru-Guru
1. KH. Aceng Muhammad Qolyubi
2. Kyai Moh. Badri
3. Kyai Adro'i
4. KH. Ahmad Dimyati Sukamiskin
5. Kyai Moh. Dabigi
6. KH. Moh. Toha Sadiki
7. KH. Moh. Syafi'i
8. 

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+