Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Mohammad Syatibi (Mama Syatibi)
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Mohammad Syatibi (Mama Syatibi)

1901 – 1987 M · 11.840 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Mohammad Syatibi (Mama Syatibi) Ulama Nahdlatul Ulama Sumedang Jawa Barat

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-Guru Beliau
2.3       Mendirikan dan Mengasuh Madrasah Islamiyah Sumedang

3          Karier
3.1       Karier Beliau  

4          Teladan Beliau 
4.1       Kiai Unta

5          Referensi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1       Lahir

KH. Mohammad Syatibi (Mama Syatibi) atau lebih dikenal dengan Mama Syatibi adalah ulama kharismatik dari Sumedang, Jawa Barat. Beliau Lahir 1 januari 1901 di Cicalengka. Ayahnya, KH. Jazuli merupakan seorang pemuka agama yang merupakan trah dari Kerajaan Sumedang Larang. Tak heran kemudian KH. Mohammad Syatibi dipanggil Dalem Sumedang untuk memimpin Masjid Agung karena memang masih satu garis keturunan. Meski demikian, sepanjang hayatnya, KH. Mohammad Syatibi (Mama Syatibi) tak mau menampakkan gelar raden mengiringi nama depannya.  

1.2       Wafat

KH. Mohammad Syatibi (Mama Syatibi) wafat di Sumedang 6 September 1987. Beliau berwasiat sebelum meninggal, beliau ingin dikebumikan bersama masyarakat umum. PadahalKH. Mohammad Syatibi (Mama Syatibi) ditawari peristirahatan terakhir di komplek makam raja-raja Sumedang dan keturunannya.     

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1       Mengembara Menuntut Ilmu

Sejak kecil, KH. Mohammad Syatibi (Mama Syatibi) memang hidup bersama masyarakat, bersama anak-anak rakyat, jauh dari kemewahan turunan bangsawan. Orang tuanya mengirimkan ke lembaga pendidikan rakyat, yaitu pesantren. Sepertinya KH. Mohammad Syatibi (Mama Syatibi) kerasan dengan pendidikan semacam itu. Terlihat dari perjalanannya menari ilmu dari satu ulama ke ulama lain di berbagai tempat. 

Selepas dididik di keluarganya,KH. Mohammad Syatibi (Mama Syatibi)  berguru ke Pesantren Panguyangan, sebuah pesantren yang didirikan oleh Mama Panguyangan atau Mama Isya, santri Syaikhona Kholil Bangkalan Madura. Pada saat berguru ke pesantren itu, KH. Mohammad Syatibi (Mama Syatibi)  nyantri kepada putranya Mama Isya, yaitu KH. Raden Muhammad Amin.

Selepas dari pesantren itu, KH. Mohammad Syatibi (Mama Syatibi)  berguru ke Pesantren Sarjaya Sindanglaut (Cirebon), lalu ke Pesantren Al-Fauzan (Garut), lalu Pesantren Keresek (Garut). Pesantren ini didirikan santri dari Syaikhona Kholil Bangkalan. 

ke Pesantren Sukaraja (Garut), ke Pesantren Gentur (Cianjur). Di pesantren inilah, KH.Mohammad Syatibi (Mama Syatibi)  berguru kepada KH. Ahmad Syatibi (Mama Gentur). Di pesantren ini pula, KH. Mohammad Syatibi (Mama Syatibi)  yang semula bernama Epen, diganti oleh gurunya itu menjadi Muhammad Syatibi. 

Selepas dari Gentur, KH. Mohammad Syatibi (Mama Syatibi)  berguru ke Pesantren Sukamiskin. Pondok Pesantren Sukamiskin berdiri pada tahun 1875 oleh seorang ulama besar KH. Raden Muhammad Alqo, sant

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+