KH. R. Ahmad Dimyati Sukamiskin (Mama Gedongan) Ulama Nahdlatul Ulama Bandung Jawa Barat
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Murid-murid Beliau
4 Jasa, Organisasi, Karier dan Karya
4.1 Jasa Beliau
4.2 Riwayat Organisasi
4.3 Karier Beliau
4.4 Karya Beliau
5 Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH.R. Ahmad Dimyati lahir pada 1882 di Babakan Ciparay, Kewedanaan Tegalega, Bandung. Sekarang daerah ini resmi menjadi wilayah kota Bandung.
Dimyati dikenal dengan sebutan Mama Gedong. Hal ini mengacu pada kediaman rumahnya yang saat zaman penjajahan telah dibangun dengan dinding tembok. Keadaan rumah seperti itu menunjukan status sosial dan kepemilikan harta kyai tersebut. Memang dari silsilah keluarganya, beliau adalah keturunan bangsawan yang kaya.
Ayahnya, KH. Muhammad Alqo putera Daeng Daud yang berasal dari Kampung Pulo, Jakarta. Bersama ayahnya, Dimyati mendirikan pesantren Sukamiskin pada tahun 1881.
1.2 Wafat
Beliau wafat pada tahun 1946 dalam usia 63 tahun dan dimakamkan di kampung Ciseureuh Kecamatan Pacet Bandung.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Beliau menimba ilmu di Pesantren Cijerah Bandung (KH. Abu), Pesantren Cibaduyut Bandung (KH. Zarkasyi), Pesantren Tebuireng Jombang (KH. Hasyim Asy’ari dan pendiri Jamiyah Nahdlatul Ulama), Pesantren Sukamiskin Bandung (KH. R. Dimiyati, yakni Ajengan Gedong wafat 1946), Pesantren Mangunreja Tasikmalaya (KH. Aon), dan Pesantren Pejaten Cirebon. KH. Zarkasyi dari Cibaduyut adalah salah satu ulama pada saat itu, sedangkan ulama sepuhnya adalah KH. Moh. Nawawi.
2.2 Guru-guru Beliau
1. KH. Abu
2. KH. Zarkasyi
3. KH. Hasyim Asy’ari
4. KH. Aon
5. KH. Moh. Nawawi.
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
KH. Muhammad Alqo putera Daeng Daud yang berasal dari Kampung Pulo, Jakarta. Bersama ayahnya, Dimyati mendirikan Pesantren Sukamiskin pada tahun 1881.
3. Penerus Beliau
Murid-murid Beliau adalah para santri di Pesantren Sukamiskin Bandung
4. Jasa, Organisasi, Karier dan Karya
4.1 Jasa
Perjuangan beliau yang sempat tercatat antara lain adalah sebagai komandan Laskar Hizbullah selatan dan sebagai salah seorang pendiri dan penyebar Jam’iyah NU untuk wilayah Jawa Barat dengan tugas khusus dari
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

