Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Zuhri, Pendiri Pesantren Nurul Falah Petir Kab. Serang
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Zuhri, Pendiri Pesantren Nurul Falah Petir Kab. Serang

1898 – 1940 M · 7.679 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Muhammad Zuhri bin KH. Amin atau lebih dikenal dengan sebutan KH. Emed, lahir di kampung Cigodeg Desa. Tambiluk Kec. Petir Kabupaten Serang pada tahun 1898.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

 

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus Beliau
3.1  Murid-murid
3.2  Anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Lembaga Pendidikan Islam
4.2  Karier Beliau

5.    Referensi

 

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH. Muhammad Zuhri bin KH. Amin atau lebih dikenal dengan sebutan KH. Emed, lahir di kampung Cigodeg Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang pada tahun 1898.

KH. Muhammad Zuhri lahir dari keluarga yang memiliki dasar keagamaan yang baik dan taat beribadah. Ayahnya bernama KH. Muhammad Amin yang berasal dari Kecamatan Petir, merupakan seorang ulama yang disegani dan pernah menjabat sebagai penghulu. Ibunya bernama Ratu Suaebah yang berasal dari Cadasari, Serang.

1.2 Wafat
KH. Muhammad Zuhri wafat pada tahun 1940 karena penyakit yang dideritanya. Sesuai dengan pesannya, KH. Muhammad Zuhri dimakamkan di daerah Cigodeg, tempat kedua orang tua dan keluarganya dimakamkan.

Dengan wafatnya KH. Muhammad Zuhri, masyarakat Petir merasa kehilangan seorang ulama besar, seorang mubaligh dan pemimpin umat. Perjuangan KH. Muhammad Zuhri dalam pendidikan keagamaan di Pesantren Nurul Falah diteruskan oleh adik iparnya yaitu KH. Muhammad Ghozali.

1.3 Riwayat Keluarga
KH. Muhammad Zuhri menikah dengan Mahdiyah binti Muhammad Yusuf pada tahun 1921. Dari pernikahan dengan Nyai Mahdiyah, dikaruniai enam orang anak yaitu: Ki. Ajurum, KH. Muhammad Chaedar, Humaeroh, Nusaebah, Hayati Nufus, dan Suhaemah.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

Selama tinggal dan menetap di Pondok Pesantren Cengkudu ini, KH. Muhammad Zuhri mendapat bimbingan dan pendidikan langsung dari Abuya Sidiq. KH. Muhammad Zuhri dikenal sebagai murid yang pandai dalam menerima ilmu yang diajarkan oleh guru-gurunya dan dianggap sebagai salah satu murid atau santri yang berhasil.

Berkat pendidikan yang keras dan disiplin dari ayahnya membuat KH. Muhammad Zuhri mempunyai semangat belajar yang kuat dalam mempelajari dan memperdalam ilmu keagamaan. Setelah menimba ilmu di Pondok Pesantren Cangkudu, Baros, selama enam tahun. Pada tahun 1910, KH. Muhammad Zuhri kembali pulang ke Petir untuk melihat kondisi masyarakatnya.

Tetapi sesampainya di tanah kelahirannya, KH. Muhammad Zuhri melihat kondisi masyarakat Petir banyak yang belum mendapatkan pendidikan keagamaan dan mengalami kesulitan hidup. Karena tidak mendapatkan pendidikan keagamaan dan maraknya kejahatan. Ditambah lagi dengan adanya penindasan yang dilakukan oleh penjajah Belanda yang tidak memberikan pendidikan yang layak kepada pribumi, sehingga banyak masyarakat yang buta huruf dan hidup dalam keterbat

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+