KH. Ahmad Abdul Haq Dalhar adalah salah seorang kyai yang cukup disegani banyak kalangan lintas golongan, para ulama, dan pejabat. Sejak kecil, beliau dikenal memiliki ilmu yang tidak dimiliki para kyai pada umumnya.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi:
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2 Menjadi Mursyid Tarekat
4. Karomah
5. Teladan
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Ahmad Abdul Haq Dalhar atau yang akrab dengan sapaan Mbah Mad lahir di lingkungan pesantren, bulan kelahiran Mbah Mad tidak diketahui secara pasti. Hanya saja diketahui hari lahir beliau pada hari Ahad Kliwon, sekitar tahun 1928 M. Beliau merupakan putra dari KH. Dalhar (Mbah Dalhar) yang merupakan kyai kharismatik sekaligus waliyullah asal Watucongol Magelang.
1.2 Riwayat Keluarga
Dari pernikahannya KH. Ahmad Abdul Haq Dalhar memiliki 9 anak dan 32 cucunya, serta 10 cicit.
1.3 Wafat
KH. Ahmad Abdul Haq Dalhar wafat pada pagi hari pukul 05:50 WIB, hari Kamis, 8 Juli 2010 dalam usia 82 tahun di Rumah Sakit Harapan Kota Magelang, Jenazah almarhum dimakamkan di Pemakaman Aulia, Gunung Pring, Muntilan, Jawa Tengah.
Baca juga: Makam KH. Ahmad Abdul Haq, Masyayik Pesantren Darussalam Watucongol.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
KH. Ahmad Abdul Haq juga diyakini memiliki ilmu laduni. Pasalnya, beliau tidak pernah mondok. Meski pernah mondok di Pesantren Al-Wahdah Lasem yang saat itu diasuh KH. Baidlawi, namun beliau hanya bertahan tidak lebih dari seminggu. Mbah Mad mendapatkan ilmu agama dari KH. Dalhar ayahnya sendiri.
2.2 Guru-Guru
1. KH. Dalhar (ayah),
2. KH. Baidlawi, Pesantren Al-Wahdah Lasem.
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
KH. Ahmad Abdul Haq Dalhar merupakan pengasuh keempat Pesantren Darussalam Watucongol, Gunungpring, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Pesantren ini didirikan oleh kakek buyutnya yakni Kyai Abdurrauf bin Hasan Tuqa pada tahun 1820. Pesantren ini juga pernah ditempati Muktamar ke-14 NU pada tahun 1939.
Kyai Abdurrauf adalah salah seorang senapati perang Pangeran Diponegoro. Nasab Kyai Hasan Tuqa sendiri sampai kepada Sunan Amangkurat Mas atau Amangkurat III. Karena itu, sebagai keturunan raja Kyai Hasan Tuqa juga memiliki nama sebutan lain, yaitu Raden Bagus Kemuning.
3.2 Menjadi Mursyid Tarekat
KH. Dalhar ayah dari Mbah Mad, dikenal sebagai mursyid Thariqah Syadziliyyah. Sebelum wafat, KH. Dalhar m
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

