Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Anas Abdul Jamil Buntet, Muqaddam Pertama Tarekat Tijaniyah Indonesia
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Anas Abdul Jamil Buntet, Muqaddam Pertama Tarekat Tijaniyah Indonesia

1883 – 1945 M · 3.706 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Anas Abdul Jamil beliau adalah ulama besar dari Buntet Cirebon, Pengasuh pesantren Buntet, dan Muqoddam Tarekat Tijaniyah di Cirebon.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-anak
3.2  Murid-murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikam Pesantren
4.2  Karier Beliau

6.    Referensi

 

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Anas Abdul Jamil terlahir dengan nama Muhammad Anas. Ibu beliau bernama Nyai Qori’ah dan ayah beliau bernama Kyai Abdul Jamil. Beliau adalah putra kedua dari empat bersaudara yang dilahirkan pada tahun 1883 M di Desa Pekalangan Cirebon. Kakaknya bernama KH. Abbas dan kedua adiknya bernama KH. Ilyas dan KH. Akyas. Keempat kakak adik ini sejak usia muda sudah memimpin pesantren secara estafet dari para pemimpin sebelumnya. Ayah beliau, KH. Abdul Jamil adalah putra KH. Muta’ad yang tak lain adalah menantu pendiri pesantren Buntet, Kiai Muqayyim.

1.2 Wafat
Beliau wafat pada tahun 1945, jenazah beliau dimakamkan di selatan pondok pesantren (ponpes) Buntet Cirebon Jawa Barat.

1.3 Riwayat Keluarga
Beliau menikahi seorang wanita sholehah dari pernokajan itu dikaruniai beberapa anak.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

KH. Anas Abdul Jamil menempuh jenjang pendidikan kepesantrenannya setelah terlebih dahulu dibekali dasar agama yang cukup oleh ayahnya sendiri, KH. Abdul Jamil. Pendidikan pesantrennya dimulai di pesantren Sukanasari Plered Cirebon di bawah pimpinan Kyai Nasuha selama empat tahun. Kemudian beliau pindah ke pesantren di Tegal di bawah asuhan Kyai Sa’id. Setelah itu, beliau pindah ke pesantren Tebuireng di Jombang Jawa Timur di bawah asuhan KH. Hasyim Asy’ari (1871-1947), tokoh kharismatik pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Pengenalan KH. Anas Abdul Jamil terhadap Tarekat Tijaniyah, dilakukannya pada saat beliau menunaikan ibadah haji ke Mekkah pada tahun 1924. Kepergiannya ini menuruti anjuran kakaknya, Kyai Abbas, yang terlebih dahulu berjumpa dengan Syekh Ali tetapi tidak mengambil baiat Tarekat Tijaniyah tersebut meskipun sudah menyenangi tarekat ini. Hal yang disebabkan tanggung jawabnya sebagai mursyid Tarekat Syattariyah di Pesantrennya.

Atas perintah Kyai Abbas, pada 1924. KH. Anas Abdul Jamil pergi ke Tanah Suci untuk mengambil talqin Tarekat Tijaniyah dan bermukim di sana selama tiga tahun. Pada bulan Muharram 1346 H/Juli 1927 M, KH. Anas Abdul Jamil pulang kembali ke Cirebon. Kemudian, pada Bulan Rajab 1346H/Desember 1927, atas izin Kyai Abbas kakaknya, KH. Anas Abdul Jamil menjadi guru Tarekat Tijaniyah.

2.2 Guru-Guru:

  1. Kyai Abdul Jamil
  2. Kyai Nasuha
  3. Kyai Sa’id
  4. KH. Hasyim Asy’ari
  5. Syekh Alf

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+