KH. Abdullah Abbas Ulama Nahdlatul Ulama Cirebon Jawa Barat
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
3. Perjalanan Hidup dan dakwah
3.1 Jasa Perjuangan
3.2 Peranan di Nahdlatul Ulama
4. Teladan
5. Kiprah
6. Chart Silsilah Sanad
7. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdullah Abbas atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Dullah lahir pada tahun 1922 di Buntet, Cirebon. Beliau merupakan anak pertama dari empat bersaudara, dari pasangan KH. Abbas Abdul Jamil dari istrinya yang kedua Nyai Hajjah I’anah.
Saudara-saudara beliau di antaranya: Nyai. Hj. Sukaenah, Nyai. Hj. Maimunah, dan KH. Nahduddin Royandi.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Abdullah Abbas melepas masa lajangnya dengan menikahi Nyai. Hj. Aisah. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai, seorang putri yaitu Nyai. Hj. Qoriah yang kemudian dipersunting oleh KH. Mufassir dari Pandeglang Banten.
Pada tahun 1965, Nyai. Hj. Aisah meninggal dunia. Tak lama kemudian KH. Abdullah Abbas menikah kembali dengan Nyai. Hj. Zaenab, Putri Qori terkenal KH. Jawahir Dahlan. Buah dari perkawinan dengan Nyai. Hj. Zaenab, beliau dikaruniai sepuluh anak, yaitu Ani Yuliani, Ayip Abbas, Asiah, Ismatul Maula, Layla Masyitoh, Muhammad Mustahdi, Muhammad, Yusuf, Neneng Mar’atussholiha, dan Abdul Jamil.
1.3 Wafat
KH. Abdullah Abbas wafat pada 10 Agustus 2007, di usia 85 tahun. Beliau menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Tentara (RST) Ciremai pada hari Jum'at 10 Agustus 2007 pada pukul 04.30 WIB.
Setelah shalat Jumat, jenazah beliau dishalatkan oleh sekitar 3.000 santri di Masjid Besar Pesantren Buntet yang dipimpin KH. Abdul Hamid Annas. Ribuan pelayat itu mengantarkan Almarhum ke tempat peristirahatan terakhir di Pemakaman Keluarga Buntet Pesantren atau TPU Gajang Ngambung di Desa Buntet, Astana Japura, Kabupaten Cirebon sekitar 800 meter dari rumah duka. Jenazah beliau dikuburkan sekitar pukul 15.25 WIB.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Abdullah Abbas sejak kecil memulai pendidikannya dengan belajar langsung kepada ayahnya, KH. Abbas. Setelah selesai belajar kepada ayahnya, beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Pesantren Pemalang yang diasuh oleh KH. Makmur.
Selepas dari belajar di Pemalang Jawa Tengah, beliau melanjutkan menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Hidayat yang diasuh oleh KH. Ma’shum di Lasem Jawa Tengah. Setelah selesai, kemudian beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, yang diasuh oleh
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

