Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. RA. Memed, Pendiri Pondok Pesantren Darul Hidayah, Bandung
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. RA. Memed, Pendiri Pondok Pesantren Darul Hidayah, Bandung

lahir 1922 M · 3.173 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. RA. Memed, beliau adalah pendiri Pondok Pesantren Darul Hidayah, Bandung, keilmuan beliau dari pesantren Sukamanah Tasikmalaya hingga pesantren Tebuireng Jombang dibawah asuhan KH. Hasyim Asy'ari.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-Anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mengasuh Pesantren
4.2  Karier
4.3  Jasa

5.   Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. RA. Memed lahir pada tanggal 15 April 1922 di Ciamis, dari pasangan KH. Bisri berdarah Banten dan Hj. Siti Fatimah binti KH. RA. Memed yang merupakan kakak kandung dari KH. Aep Saefullah. HB.BA.

1.2 Wafat
KH. RA. Memed berpulang ke Rahmatullahi pada tahun 2006.

1.3 Riwayat Keluarga
KH. RA. Memed menikahi seorang wanita sholehah bernama Hj. Nonok Rokayah dari perkawinan itu dikaruniai beberapa anak.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Atas anjuran kedua orang tuanya maka RA. Memed melanjutkan pendidikan di Pesantren Cidewa yang kemudian melanjutkan pendidikan pesantrennya ke Gunung Nangka Tasikmalaya untuk belajar Qira'at selama satu tahun yang diteruskan kepesantren Utama Ciamis pada tahun 1934-1937 untuk belajar ilmu Nahwu, Fiqih, Tauhid dan lain-lain selama tiga tahun.

Merasa kurang dalam pengetahuan agamanya maka KH. RA Memed memperdalam ilmu agamanya di Pesantren Sukamanah Singaparna yang merupakan pesantren modern di Jawa Barat kala itu, yang dipimpin oleh KH. Zaenal Mustofa yang terkenal dengan perjuangannya melawan kaum penjajah Jepang.

Selama di Pesantren Sukamanah selain menuntut ilmu KH. RA Memed juga dipercaya untuk mengajar para santri-santrinya bersama dengan K.E. Ambar Muksin. Dan sekitar pada tahun 1939 Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng juga selaku pendiri NU (Nahdhatul Ulama) meminta kepada tiap-tiap wilayah mengirimkan utusannya untuk mengikuti pendidikan Mu'alimin (syarat pendidikan bagi santri yang akan terjun ke masyarakat).

Dan untuk wilayah Provinsi Jawa barat dipercayakan kepada Pesantren Sukamanah Singaparna Tasikmalaya yang dipimpin oleh KH. Zaenal Mustofa, yang selanjutnya beliau mengutus 7 santri pilihan untuk mengikuti pendidikan tersebut.

KH. RA Memed merupakan salah satu dari 7 orang yang dipilh untuk mewakili Pesantren Sukamanah untuk dikirim ke Pesantren Tebuireng atas permintaan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari yang merupakan kakek dari KH. Abdurahman Wahid (Gus dur) mantan Presiden Indonesia yang ke-4.

Dengan restu dari kedua orang tuanya maka berangkatlah KH. RA. Memed ke Pesantren Tebuireng untuk menamatkan pendidikan Mu'alimin yang dijadwalkan akan berlangsung lama tetapi hanya berlangsung 3 bulan. Kemudian beliau mendapat musyahadah ijazah dari Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari.Setelah mengikuti pendidikan tersebut KH. RA. Memed semakin kuat jiwa dan mental serta keimanan dan ketaqwaanny

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+