KH. Abdul Mujib Sholeh atau yang akrab dengan sapaan Mbah Mujib, adalah seorang ulama di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, yang dihormati oleh masyarakat setempat. Beliau lahir pada 7 Januari 1940, yang merupakan penduduk asli Pati.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Penasehat Jamiyah
4. Karir-Karir
5. Teladan
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdul Mujib Sholeh atau yang akrab dengan sapaan Mbah Mujib, adalah seorang ulama di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, yang dihormati oleh masyarakat setempat. Beliau lahir pada tanggal 7 Januari 1940, yang merupakan penduduk asli Pati.
Orangtuanya, KH. Sholeh Amin dan Nyai Hj. Azizah binti KH. Raden Asnawi dari Kudus, menikah pada tahun 1924. Mbah Mujib adalah anak bungsu dari lima bersaudara, Saudara-Saudara beliau adalah KH. Amin Sholeh, Nyai Hj. Mihatun, Nyai Hj. Muflihah, dan Nyai Hj. Hamnah.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Abdul Mujib Sholeh menikah dengan Nyai Hj. Halimah pada tahun 1975 dan memiliki enam anak serta dua puluh satu cucu dan tiga cicit. Anak-anaknya adalah Drs. Hj. Nashicul Amin, Nyai Hj. Ummi Nadhiroh, Nyai Hj. Malihah, KH. Ahmad Nadhif Lc. MA., Nyai Nining Najhihah, dan Nyai Nafisatuzzahro’ Al-Hafidzoh.
1.2 Wafat
KH. Abdul Mujib Sholeh wafat pada hari Kamis 25 Januari 2024 dan dimakamkan di Kompleks Madrasah Miftahul Huda (MMH) Tayu.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
KH. Abdul Mujib Sholeh menempuh pendidikan awal di Madrasah Ibtidaiyyah YPMH Tayu yang didirikan oleh ayahnya. Setelah itu, beliau melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah di tempat yang sama. Karena minimnya Madrasah Aliyah pada waktu itu, beliau melanjutkan pendidikan non-formal di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif (PPMA) Denanyar Jombang, yang diasuh oleh KH. M. Bisri Syansuri selama dua tahun, dilanjutkan dengan studi di Pondok Pesantren Rembang selama dua tahun lagi. Beliau kemudian melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Darul Ulum Tayu pada tahun 1962, yang merupakan pondok pesantren pertama yang diasuh oleh KH. Aslam Muhammadun.
KH. Abdul Mujib Sholeh, selama enam tahun mondok, tidak menghabiskan waktu banyak untuk mempelajari kitab-kitab, namun lebih suka menelaah sendiri. Beberapa kitab yang menjadi bahan pelajaran pokoknya meliputi:
a. Bidang Tauhid: dari "Daarut Tauhiid" hingga "Husunul Hamidiyah" karya Sayyid Husain Afandi.
b. Bidang Fiqih: dari "Fathul Qorib" karya Syaikh Ibnu Qosim Al-Ghozi hingga "Fathul Wahhab" karya Zakariyya Al-Anshori.
c. Bidang Ilmu Tasawuf: "Bidayatul Hidayah" karya Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali.
d. Bidang Alat: untuk Nahwu, Shorof, dan Balaghah, beliau merujuk pada "Uqudul Juman" karya Syaikh Jalaludin As-Suyuti, dan "Jauhar Al-Maknun" karya Syaikh Abdurrahman Al-Akhdhari.
KH. Abdul Mujib Sholeh menggunakan beberapa kitab sebagai referensi utama:
Bidang Fiqih: "Al Majmu’" karya Imam Nawawi dan Bidang Tasawuf: "Ihya’ Ulumuddin" karya Imam Al-Ghazali.
2.2 Guru-Guru
1. KH. Sholeh Amin (ay
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

