KH. Sholeh Amin adalah sosok orang yang menjauhi sifat-sifat ujub, riya' dan takabbur. Menurut KH. Mujib Sholeh, KH. Sholeh tidak berkenan di foto, seperti kebiasaan orang zaman milineal ini.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi:
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Madrasah dan Pesantren
3.2 Kiprah di Nahdlatul Ulama
4. Teladan
5. Karya-Karya
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Romo Kyai Sholeh Amin lahir pada tahun 1893 M/1360 H, beliau lahir di Desa Tayu Wetan pada Bulan Muharram. Sejak kecil beliau sudah ditinggal wafat oleh ayahnya dan merupakan anak tunggal dari pasangan Kyai Amin dengan Nyai Sarpiyah.
1.2 Riyawat Keluarga
KH. Sholeh Amin menikah pada tahun 1905 M dengan Nyai Hj. Hasanah Rembang dan memperoleh seorang putra yaitu H. Ahmad yang wafat di Semarang. Setelah menikah beliau tinggal di Makkah. Kemudian beliau bercerai dengan Nyai Hj. Hasanah Rembang.
Pada tahun 1915 M beliau menikah dengan Nyai Nasiran binti H. Abdul Manan Mergomulyo dan mempunyai 2 orang anak yaitu: Thoyibin dan Abdul Fatah. Setelah itu Nyai Nasirah wafat setelah KH. Sholeh Amin selesai pulang dari Makkah. Pada saat itu KH. Sholeh Amin mengajar di Suro. Pada tahun 1924 beliau menikah dengan Nyai Hj. Azizah binti KH. R. Asnawi dari Kudus dan mempunyai 5 anak yaitu:
- KH. Amin Sholeh,
- Nyai Mihatun,
- Nyai Muflihah,
- Nyai Hamnah,
- KH. Abdul Mujib Sholeh.
1.2 Wafat
KH. Sholeh Amin wafat pada tanggal 31 Januari 1941, maka jejak perjuangan KH. Sholeh Amin bersamaan dengan Tokoh pergerakan Pati, yaitu KH. Mahfudz Salam. Keduanya adalah santri Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari, sehingga wajar keduanya berkolaborasi melawan penjajah demi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Pendidikan KH. Sholeh Amin untuk pertama kalinya dilakukan di Pondok Pesantren Kajen yang diasuh oleh KH. Asnawi pada usia 11 tahun. Di Kajen inilah beliau menempuh pendidikan dasar MI hingga selesai di bawah asuhan KH. Abdullah Salam. Kemudian beliau melanjutkan pendidikan MTs dan MA di Madrasah TBS (Tasywiquth Thullab Salafiyyah) Kudus, yang bernaung di bawah kendali seorang sesepuh yakni KH. Muhammad Arwani Amin sang penjaga wahyu Allah.
Di Kudus inilah beliau belajar berbagai ilmu agama di antaranya Ilmu Falak dan Faraidh (Ilmu Tentang Pembagian Waris) dengan KH. Turaichan. Kemudian beliau mondok di Pesantren Liboyo Kediri Jawa Timur di bawah bimbingan KH. Mahrus Aly, kurang lebih selama 3 tahun beliau mendalami kitab-kitab kuning dalam semua bidang Ilmu Agama. Lalu melanjutkan mondok di Lasem dengan dibimbing oleh KH. M. Baidlowi Lasem, Mbah Maksum Lasem, juga Mbah Makmum.
KH. Sholeh Amin pernah belajar di Kajen, tepatnya dengan KH. Sirodj, Pengasuh pertama Pondok Salafiyah Kajen dan kemudian meneruskan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, asuhan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari, Sebelum melanjutkan belajarnya di Makkah dan Kairo pada tahun 1918-an.
Dan yang terakhir beliau belajar kepada Syekh Masduki Soditan Las
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

