Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Bisri Syansuri, Pendiri Pesantren Mamba’ul Ma’arif Jombang
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Bisri Syansuri, Pendiri Pesantren Mamba’ul Ma’arif Jombang

1887 – 1980 M · 112.962 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Penghargaan Pahlawan Santri kepada KH. Bisri Syansuri Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Denanyar, Jombang, Jawa Timur itu diberikan langsung oleh Pengasuh Ponpes Darul Muttaqien, Bogor, KH. Matrajo kepada anak almarhum KH. Bisri Syansuri, yakni Hj. Muhassonah Hasbullah (mewakili keluarga) di Gedung Galeri Nasional Indonesia, Jalan Merdeka Timur, Jakarta, Minggu (22/10).

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
1.3  Pendidikan
2.1  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Murid-Murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Pesantren
4.2  Kiprah di Nahdlatul Ulama

5.    Jasa-Jasa
6.    Karir-Karir
7.    Teladan
8.    Penghargaan
9.    Chart Silsilah Sanad
10.  Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Bisri Syansuri adalah ulama yang sangat berjasa dalam pendirian Nadlatul Ulama, juga merupakan pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang. KH. Bisri Syansuri dilahirkan di Desa Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada tanggal 28 Dzulhijjah 1304 H/18 September 1886. Beliau merupakan anak ketiga dari pasangan KH. Syansuri dengan Nyai Mariah.

1.2 Riwayat Keluarga
Ketika berada di Makkah, KH. Bisri Syansuri menikahi adik perempuan KH. Abdul Wahab Hasbullah. Sepulangnya dari Makkah, beliau menetap di pesantren mertuanya di Tambak Beras, Jombang, selama dua tahun.

KH. Bisri Syansuri menikah dengan Nyai Hj. Chodidjah dan pada tahun yang sama, kedua suami istri itu kembali ke Tanah Air (1914). Dari pernikahan tersebut KH. Bisri Syansuri dikaruniai sembilan putra-putri, di antaranya:
1. Anak pertama meninggal waktu kecil
2. Ahmad Atoillah, yang dikenal dengan nama KH. Ahmad Bisri
3. Nyai Muassomah
4. Nyai Muslihatun
5. Nyai Sholihah
6. Nyai Musyarofah
7. Kyai Sholihun
8. Kyai Ali Abdul Aziz
9. Nyai Shohib.

1.3 Wafat
KH. Bisri Syansuri wafat pada umur 93 tahun, tepatnya pada tanggal 25 April 1980. Beliau dimakamkan di Kompleks Pesantren Denanyar (PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang).

2  Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan

Semasa kecil, KH. Bisri Syansuri belajar kepada KH. Abdussalam, seorang ahli dan hafal Al-Qur’an dan juga ahli dalam bidang fiqih. Atas bimbingannya beliau belajar ilmu nahwu, shorof, fiqih, tasawuf, tafsir, hadis. Gurunya itu dikenal sebagai tokoh yang disiplin dalam menjalankan aturan-aturan agama. Watak ini menjadi salah satu kepribadian Kyai Bisri yang melekat di kemudian hari. 

Sekitar usia 15 tahun, Kyai Bisri Syansuri mulai belajar ilmu agama kepada kedua tokoh agama yang terkenal pada waktu itu yaitu KH. Kholil Kasingan Rembang dan KH. Syu’aib Sarang Lasem. Kemudian ia melanjutkan berguru kepada

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+