KH. Anis Mansur Arsyad dilahirkan pada tanggal 10 Juni 1964 M, lahir di Buntet Pesantren Cirebon yang merupakan anak kedua dari pernikahan Kyai Arsyad Ilyas dengan Nyai Sa‘diyah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Murid-murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirkan Pesantren
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Anis Mansur Arsyad dilahirkan pada tanggal 10 Juni 1964 M, lahir di Buntet Pesantren Cirebon yang merupakan anak kedua dari pernikahan Kyai Arsyad Ilyas dengan Nyai Sa‘diyah. Kyai Arsyad Ilyas adalah putra Kyai Muta‘ad, cucu menantu pendiri Pondok Pesantren Buntet, yakni Mbah Muqoyyim. Kyai Anis Mansur Arsyad memiliki satu kakak yaitu Kyai Izzudin Zahid.
1.2 Riwayat Keluarga
Setelah pulang dari menuntut ilmu di Pesantren Sarang Jawa Tengah beliau menikah dengan seorang wanita shalehah. Bersama istrinya beliau membangun keluarga yang sangat sederhana dan dikaruniai lima orang anak, satu perempuan dan empat laki-laki. Kemudian bersama istrinya beliau mendirikan pesantren.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Pada masa kecil, KH. Anis Mansur Arsyad, Cirebon hidup di bawah pengawasan kedua orang tuanya. Di sini, beliau mulai belajar agama dan dididik untuk menjadi anak yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip akhlaqul karimah (akhlak mulia). KH. Anis Mansur Arsyad, Cirebon itu selain ngaji kepada sang ayah yaitu KH. Arsyad Ilyas, beliau pun mengaji kepada Kyai Arsyad yang tak lain adalah sesama menantu, dan KH. Mustahdi Abbas.
Setelah lulus dari Madrasah Aliyah beiau melanjutkan pendidikannya di Sarang Rembang asuhan Kyai Zubair. Berkat kegigihannya dalam mengarungi ilmu-ilmu Islam pada ayahnya dan guru-gurunya di Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Kyai Anis Mansur Arsyad, di Pesantren Sarang Rembang Jawa Tengah sudah dianggap sebagai sosok santri yang telah menguasai ilmu gramatikal Arab (Nahwu-Shorof), Kaidah Fiqih, Ushul Fiqih, dan Balaghah.
Di lingkungan Pesantren Sarang Rembang yang menerapkan pola hubungan terbuka antara santri dan masyarakat sekitar membuat Kyai Anis Mansur Arsyad tidak hanya mendapatkan pengalaman intelektual belaka, melainkan juga pengalaman bersosialisasi dengan masyarakat. Di sini, beliau dididik bergaul secara langsung dengan masyarakat setempat.
2.2 Guru-Guru:
- Kyai Muta‘ad
- KH. Mustahdi Abbas
- KH. Maimoen Zubair
3. Penerus Perjuangan
3.1 Murid-murid
- Marzuki Arman Abduh
- M. Sholehudin
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Selain berperan di dalam pesantren KH. Anis Mansur Arsyad juga berperan di bidang sosial kemasyarakatan, yaitu meliputi sosial keagamaan melalui pengajian umum yang dilakukan selepas maghrib di Masjid Buntet yang diikuti oleh santri Buntet dan warga sekitar Pesantren, selain itu KH. Anis Mansur Arsyad juga menjadi kon
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

