AGH. Abdul Muin Yusuf Beliau dilahirkan di Rappang, Sidrap, pada tanggal 21 Mei 1920 dari pasangan Muhammad Yusuf dari Bulu Patila Sengkang dan Sitti Khadijah dari Rappang Sidrap. Beliau merupakan anak ketiga dari 10 bersaudara.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pesantren
4.2 Karier
4.2 Karya-karya beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
AGH. Abdul Muin Yusuf Beliau dilahirkan di Rappang, Sidrap, pada tanggal 21 Mei 1920 dari pasangan Muhammad Yusuf dari Bulu Patila Sengkang dan Siti Khadijah dari Rappang Sidrap. Beliau merupakan anak ketiga dari 10 bersaudara.
1.2 Riwayat Keluarga
AGH. Abdul Muin Yusuf ditakdirkan menikah sebanyak tiga kali dalam hidupnya, pada pernikahan pertamanya, beliau mempersunting putri Syekh Jamal Padaelo yang bernama Puang Siti Baderiah Binti Syekh Ahmad Jamaluddin.
Dari pernikahan tersebut dikarunia enam orang anak, mereka ialah: I Nurung (lebih dahulu meninggal), Fauziyah Muin, Muhamad Farid Muin, Mardawiyah Muin, Kaltsum Muin, Surkati Muin.
Istri kedua AGH. Abdul Muin Yusuf yaitu Petta Andi Oja, putri seorang pejuang kemerdekaan yang bernama Andi Takko yang sangat berpengaruh di daerah Tanru Tedong Sidrap. Memiliki anak bersamanya: Andi Zubaidah, Andi Muhamad Nasir, dan Andi Sulaikha.
Sedangkan istri ketiga AGH. Abdul Muin Yusuf adalah Andi Norma yang masih kerabat dekat dengan Kahar Muzakkar dan mempunyai anak bernama Andi Nahidah.
1.3 Wafat
Seiring bertambahnya usia, beliau mulai sakit-sakitan. AGH. Abdul Muin Yusuf wafat pada tanggal 23 Juni 2004 dalam usia 84 tahun dan dikebumikan dalam kompleks pesantren yang di bangunnya yaitu Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa di Kelurahan Benteng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
AGH. Abdul Muin Yusuf masuk di pendidikan dasar Belanda (Inlandsche School) pada saat usia beliau menginjak 10 tahun. Pendidikan dasar Belanda diikutinya pada waktu pagi sedangkan sepulang sekolah beliau belajar kepada Syekh Ali Mathar di Madrasah Ainur Rafie yang merupakan Kakek dari Prof Quraish Sihab.
Pendidikan tersebut beliau selesaikan pada tahun 1933. Selanjutnya beliau melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI) Sengkang di Wajo yang diasuh oleh AGH. Muhammad As’ad dan selesai pada tahun 1937. Di Madrasah inilah Ia bertemu dengan dua ulama kharismatik yakni AGH. Abd Rahman Ambo Dalle dan AGH. Abd Pabbaja. Beliau kemudian melanjutkan studi ke Normal Islam Majene, Sulawesi Barat.
Selanjutnya, beliau pindah ke Pinrang mengikuti kepindahan Normal Islam (berubah nama menjadi Mu’allimat Ulya) ke Kabupaten Pinrang. Pada tahun 1942, beliau dilantik menjadi menjadi seorang Qâdhi dalam bahasa Bugis disebut Kali. Beliau menggantikan mertuanya yakni Syekh Ahmad Jamaluddin sebagai pasangan Addatuang (gelar kebangsawanan raja Sidenreng) dalam hal urusan keagamaan.
Setelah berjalan lima tahun, kemudian beliau melepaskan jabatannya sebagai qad
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

