AGH. Muhammad Abduh Pabbajah ini dilahirkan pada 26 Oktober 1918 di Allakuang Sidenreng Rappang. Ia merupakan putra ke sembilan dari seorang ayah yang bernama Lapabbaja dan ibu yang bernama Latifah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Anak-Anak
3.2 Murid-Murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pesantren
4.2 Karier
4.3 Karya-Karya
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
AGH. Muhammad Abduh Pabbajah lahir pada tanggal 26 Oktober 1918 di Allakuang Sidenreng Rappang. Beliau merupakan putra kesembilan dari seorang ayah yang bernama Lapabbaja dan ibu yang bernama Latifah. Semasa kecil, AGH. Abduh Pabbajah tumbuh di lingkungan keluarga religius dan kental akan pengajaran agama Islam.
1.2 Riwayat Keluarga
AGH. Muhammad Abduh Pabbajah pertama kali menikah dengan seorang wanita dari Pare-Pare bernama Saribanong dan dari pernikahan itu tidak memiliki keturunan, kemudian beliau menikah lagi dengan St. Aliman keduanya ini juga tidak mendapatkan keturunan. Setelah menikah ketiga kali dengan Hj. St. Khadijah barulah memperoleh keturunan 5 anak di antaranya:
1. Muhammad Ghazali Pabbajah
2. Siti Maryam
3. Ahmad Pabbajah
4. Siti Fahmi Pabbajah
5. Husni Pabbabjah
Pada tahun 1987 AGH. Muhammad Abduh Pabbajah menikah dengan Hj. Andi Norma Pare-Pare, namun dari istri keempat tidak memperoleh keturunan.
1.3 Wafat
Kegiatan pengajian di Masjid Raya Pare-Pare tersebut terus dilakukan hingga beliau wafat pada 20 Agustus 2009, pada saat itu usianya telah mencapai 90 tahun. Beliau dimakamkan di Pemakaman Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
AGH. Muhammad Abduh Pabbajah memulai pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat Rawa. Namun tak berselang lama, ia kemudian pindah dan melanjutkan studinya di Madrasatul Arabiyah Islamiyah (MAI), Sengkang Sulawesi Selatan di bawah asuhan AGH. Muhammad As’ad. Beliau belajar di tempat tersebut hingga lulus jenjang Tsanawiyah dan Aliyah.
Selepas lulus dari sekolah tersebut, AGH. Abduh Pabbajah kembali ke kampung halamanya di Allakuang untuk mengabdikan diri sebagai pengajar di sana. Setelah cukup lama mengajar, AGH. Abduh Pabbajah mulai merintis pendirian Sekolah MAI di Allakuang dengan menyediakan pendidikan tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah.
2.2 Guru-Guru
1. AGH. Muhammad As’ad
2. Syekh Ahmad Al-Hafifi, Al-Azhar Kairo, Mesir
3. Syekh Sulaiman As-Su’ud
3. Penerus Perjuangan
3.1 Anak-Anak
Husni Pabbabjah
3.2 Murid-Murid
AGH. Abdul Muin Yusuf
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Setel
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

