Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Sufyan Munawar, Mutasyar PCNU Garut
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Sufyan Munawar, Mutasyar PCNU Garut

1917 – 1997 M · 2.974 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Sufyan Munawar lahir pada tanggal 17 Juli 1917. Dari seorang ayah bernama Rakim Prawirasastra, dan Ibu bernama Arsinah Kesmi.Lahir di tengah-tengah kondisi keluarga yang taat beragama.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi


1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Lembaga Pendidikan
4.2  Karier

5.   Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Sufyan Munawar lahir pada tanggal 17 Juli 1917. Dari seorang ayah yang bernama Rakim Prawirasastra, dan Ibu bernama Arsinah Kesmi. Lahir di tengah-tengah kondisi keluarga yang taat beragama.

1.2 Riwayat Keluarga
Beliau menikahi seorang wanitah sholehah bernama Siti Zahroh, dari pernikahan itu dikaruniai beberapa anak.

1.3 Wafat
Beliau wafat pada 16 Juni 1997 di Garut.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Sejak kecil, beliau memperoleh pendidikan keagamaan dari orang tuanya di Kuningan. Awalnya beliau bukan merupakan penduduk asli Garut, melainkan sebagai pendatang. Beliau mulai tinggal di Garut pada tahun 1934-1936 untuk memperoleh pendidikan agama di pesantren KH. Mustafa Kamil.

Kemudian kembali ke Kuningan pada tahun 1947-1948 untuk bekerja dan berjuang mempertahankan Cirebon, dan kembali pindah ke Garut pada tahun 1948 hingga wafat di Garut pada tanggal 16 Juni 1997. Jenjang pendidikan yang beliau tempuh, mulai dari pendidikan formal hingga pendidikan non formal.

Memperoleh pendidikan formal di Venvoleg Kuningan, lulus pada tahun 1929. Kemudian di Tsanawiyah, lulus pada tahun 1934, selanjutnya beliau mengenyam pendidikan non formal di Pondok Pesantren PUI Majalengka pada tahun 1934, di Pesantren Garut dari tahun 1934-1939, dan terakhir di Pesantren Buntet Cirebon 1940.

2.2 Guru-Guru:

  1. KH. Mustafa Kamil
  2. KH. Badruzzaman
  3. KH. Abbas Buntet

3. Penerus Perjuangan
3.1  Anak-anak 

  1. Amir Munawar
  2. Hamzah Munawar
  3. Mahdi Munawar

4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Dalam bidang sosial keagamaan, melalui hasil karya pemikirannya tentang keagamaan khususnya yang menyangkut dengan hukum Islam sering dipakainya dalam mendakwahkan Islam. Setelah KH. Sufyan Munawar masuk NU pada tahun 1962, beliau mengajak warga SI Ex Masyumi yang berada di wilayah Kabupaten Garut untuk bersama beliau menjadi anggota NU.

Karena beliau merasa bahwa paham Islam yang dikembangkan oleh NU sama dengan paham guru-guru beliau di pesantren termasuk KH. Mustafa Kamil, KH. Badruzaman dan KH. Abbas. Melalui ajakan ini hampir semua daerah di Kabupaten Garut mengikuti ajakan beliau, sehingga dalam waktu relatif singkat NU telah bertambah partisipannya. Pergerakan NU di Garut pun semakin bertambah pula.

Beliau terus-menerus melaksanakan pembinaan NU ke pelosok-pelosok, dengan dibantu oleh

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+