Syekh Muhammad Dahlan Hasibuan lahir di Hasahatan Jae, Sibuhuan pada tahun 1904 M. Orang tuanya, H. Abdur al-Rahman, seorang saudagar kaya dan sangat terkenal di Kesultanan Barumun.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Anak-anak
3.2 Murid-murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pesantren
4.2 Karier
4.3 Mendirikan NU di Sibuhuan
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Syekh Muhammad Dahlan Hasibuan lahir di Hasahatan Jae, Sibuhuan pada tahun 1904 M. Orang tuanya, H. Abdur al-Rahman, seorang saudagar kaya dan sangat terkenal di Kesultanan Barumun.
Muhammad Dahlan adalah nama yang ditabalkan pada dirinya setelah usai menunaikan perjalan menuntut ilmu di tanah Suci, Mekkah. Nama asli pemberian orangtuanya adalah Somma Hasibuan. Sebagai anak tertua, orang tuanya berharap Somma bisa meneruskan usaha yang dikembangkan keluarga mereka.
1.2 Riwayat Keluarga
Saat kembali ke Sibuhuan inilah Syekh Muhammad Dahlan Hasibuan kemudian menikah dengan pasangannya Zubaidah Harahap, seorang wanita keturunan bangsawan di daerah itu. Zubaidah Harahap termasuk yang cukup aktif mendukung kegiatan Muhammad Dahlan di bidang keagamaan.
1.3 Wafat
Beliau berpulang ke Rahmatullahi pada tahun 1973.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak kecil justru Somma Hasibuan lebih tergoda mempelajari ilmu agama seraya menyelesaikan pendidikan Sekolah Rakyat (SR) di desanya. Somma menyelesaikan pendidikan SR pada 1917 sekaligus menamatkan pendidikan agama di sekolah pengajian yang ada di desa itu.Sejak kecil cara berpikir Somma terlibat berbeda dengan anak-anak sebayanya.
Beliau sangat menyukai ilmu seni dan filsafat, pengetahuan yang tentu saja cukup langka bagi anak-anak desa pada masa itu. Hal itu terlihat dari hobi Somma yang sangat suka membaca buku dan menulis puisi. Ilmu sastra yang menjadi rujukannya adalah ayat-ayat suci Alquran. Tidak heran jika setelah menyelesaikan sekolah rakyat, Somma tertarik melanjutkan pendidikan di bidang sastra Islam.
Hal ini yang melatar belakangi sehingga pada 1918 ia memutuskan merantau ke Kesultanan Langkat, melanjutkan pendidikan di Madrasah Aziziyah, pusat pendidikan Islam yang cukup maju di masa itu.Madrasah Aziziyah berdiri sejak 1914 semasa Langkat berada di bawah kepemimpinan Sultan Abdul Aziz.
Sejumlah ulama besar pernah mengajar di madrasah ini, seperti Syekh Haji Ziadah, Syekh Muhammad Nur dan Syekh Abdullah Afifuddin. Nama-nama itu termasuk dalam daftar guru yang sempat mendidik Somma Hasibuan dalam berbagai disiplin ilmu agama.Setelah dua tahun mengecap pendidikan di Langkat, Somma.
Setelah dua tahun mengecap pendidikan di Langkat, Somma Hasibuan mengikuti jejak para alumni Aziziyah yang banyak melanjutkan pendidikan mereka di tanah suci, Mekkah.
Setelah mendapat izin dan restu dari kedua orangnya, Somma berangkat ke tanah Suci pada 1919. Beliau belajar ilmu agama dari sejumlah ulama sohor di sana, seperti Syekh Abdul Qodir bin Sobir, Syekh Abu Bakar dari Tambusai; Syekh Muchtar Bogor dan sejumlah ulama Mekkah dan Yaman. Ia juga memperdalam secara khu
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

