Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · TGH. Umar Kelayu, Gurunya Para Ulama Nusantara
✓ Terverifikasi Tim Riset

TGH. Umar Kelayu, Gurunya Para Ulama Nusantara

1852 – 1930 M · 5.806 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

TGH. Umar Kelayu lahir, pada 1268 Hijriah atau bertepatan dengan 1851 Masehi di Desa Kelayu, Lombok Timur. Beliau merupakan putra dari pasangan Kiai Ratana alias Syekh Abdullah dan Hajjah Siti Aminah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi
1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak
3.1  Murid-murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Karier
4.2  Karya-karya

5.   Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

TGH. Umar Kelayu lahir pada tahun 1268 Hijriah atau bertepatan dengan 1851 Masehi di Desa Kelayu, Lombok Timur. Beliau merupakan putra dari pasangan Kyai Ratana alias Syekh Abdullah dan Hajjah Siti Aminah.

Ayahnya, Kyai Ratana, dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap fakir miskin. Lantaran penguasaannya akan ilmu-ilmu agama, tokoh yang akrab disapa Syekh Abdullah itu kemudian diangkat sebagai Qodi di Istana Selaparang. Kakek Umar Kelayu, yakni Kyai Nurul Huda, merupakan putra dari seorang Penghulu Agung Selaparang.

1.2 Riwayat Keluarga
TGH. Umar Kelayu diketahui menikah untuk pertama kalinya dengan seorang perempuan bernama Asiyah. Dari pernikahan tersebut, beliau dikaruniai tiga putra. Mereka adalah Raden Akar atau Dine, TGH. Badrul Islam, dan TGH. Abdullah.

Setelah itu, ulama kelahiran Lombok ini kemudian menikah dengan Hajjah Raden Aminah. Dari pernikahannya yang kedua ini, lahirlah Tuan Guru Ahmad Tretetet dan Hajjah Mariam. TGH. Umar Kelayu juga menikah dengan seorang perempuan asal Madura, Hajjah Aminah. Pasangan ini memiliki putri, Hajjah Hafshah.

Adapun pernikahannya dengan Suriati dikaruniai dua putri, yakni Hajjah Shubuhiyah dan Hajjah Husniah. Selama hayatnya, TGH. Umar Kelayu setidaknya pernah menikah tujuh kali dan melahirkan banyak keturunan. Banyak di antaranya yang mengikuti jejaknya, menjadi ulama juga.

1.2 Wafat
TGH. Umar Kelayu wafat di Tanah Suci dalam usia 79 tahun, tepatnya pada hari Rabu, 18 Rabiul Akhir 1349 H atau 13 Agustus 1930 M. Jenazahnya dimakamkan di Ma’la, berdekatan dengan makam Imam Ibnu Hajar Al-Haitami.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

TGH. Umar Kelayu mula-mula belajar membaca Al-Qur’an pada Ayahandanya Kyai Ratane, kemudian pada Haji Muhammad Yasin yang juga berasal dari Desa Kelayu. Kemudian berguru pada Tuan Guru Haji Mustafa di Sekarbela yang ketika itu disebut-sebut masyarakat Ahli Nahwu dan kepada Tuan Guru Haji Muhammad Amin di Sesele untuk belajar Tafsir, Qawaid, dan Ilmu Nahwu.

Beliau menunaikan Ibadah Haji pertama kalinya ketika berumur 14 tahun, selama di Makkah beliau mengikuti pengajian halaqah di Masjidil Haram, dan tinggal di sini selama 15 tahun, di antara gurunya adalah Syekh Musthofa Bin Muhammad Al-Afifi, Syekh Zainuddin Sumbawa, dan Syekh Abdul Karim Daghestan.

2.2 Guru-Guru:

  1. Kyai Ratane
  2. Haji Muhammad Yasin Kelayu
  3. Tuan Guru Haji Mustafa Sekarbela
  4. Tuan Guru Haji Muhammad Amin 
  5. Syekh Musthofa Bin Muhammad Al-Afifi
  6. Syekh Zainuddin Sumbawi
  7. Syekh Abdul Karim Daghest

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+