Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abdul Qodir Hasan
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abdul Qodir Hasan

1891 – 1978 M · 23.594 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Abdul Qodir Hasan memulai pendidikannya dengan mengaji di Martapura. Guru-guru beliau di antaranya, KH. Abdur Rahman (Guru Adu) Tunggul Irang, dan KH. Muhammad Kasyful Anwar.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.   Riwayat Hidup dan Keluarga 
1.1 Lahir
1.2 Wafat

2.   Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru

3.   Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mengasuh Pesantren
3.1 Peranan di Nahdlatul Ulama

4.   Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Abdul Qodir bin KH. Muhammad Hasan lahir pada tahun 1891 di Tunggul Irang, Martapura.

1.2 Wafat
KH. Abdul Qodir Hasan wafat pada hari Sabtu, tanggal 11 Rajab 1398 H atau bertepatan pada 17 Juni 1978 M. Jenazah beliau dimakamkan di Kubah KH. Abdul Qodir Hasan di Jalan KH. M. Kasyful Anwar Pasayangan, Martapura.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan

KH. Abdul Qodir Hasan memulai pendidikannya dengan mengaji di Martapura. Guru-guru beliau di antaranya, KH. Abdur Rahman (Guru Adu) Tunggul Irang, dan KH. Muhammad Kasyful Anwar.

Setalah selesai di Martapura, beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar kepada KH. Kholil Bangkalan, dan KH. Hasyim Asy'ari Tebuireng, Jombang. Lalu beliau juga sempat belajar di Kota Makkah Al-Mukarramah.

2.2 Guru-Guru
1. KH. Abdur Rahman (Guru Adu) Tunggul Irang
2. KH. Muhammad Kasyful Anwar
3. KH. Kholil Bangkalan
4. KH. Hasyim Asy'ari

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mengasuh Pesantren

KH. Abdul Qodir Hasan dikenal sebagai sesepuh di Pondok Pesantren Darussalam dan seringkali dipanggil dengan sebutan Guru Tuha. Beliau adalah orang yang menjadi tangan kanan KH. Muhammad Kasyful Anwar saat menjabat sebagai pimpinan Pondok Pesantren Darussalam tahun 1922 s/d 1940 dan kemudian menggantikan sebagai pimpinan setelah KH. Muhammad Kasyful Anwar wafat dari tahun 1940 s/d 1959.

Sejak kepemimpinan KH. Abdul Qodir Hasan, banyak guru pengajar di Darussalam yang ditugaskan untuk berdakwah dan mengajar agama Islam keluar daerah seperti Sampit, Pontianak, Kotawaringin, Kotabaru, Purukcahu dan daerah di luar Kalimantan Selatan lainnya. Para guru yang dikirim tersebut bermukim di tempat-tempat tersebut dan lalu mendirikan madrasah/pesantren-pesantren yang berafiliasi dengan Pondok Pesantren Darussalam Martapura.

Pada masa pendudukan Jepang, Pondok Pesantren Darussalam dipaksa untuk menjadi asrama tentara Jepang, namun KH. Abdul Qodir Hasan tetap berinisiatif agar proses belajar mengajar masih tetap terus dijalankan dengan disebarkan di rumah-rumah guru pengajar dan terus istiqomah kegiatan seko

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+