KH. Abdus Syukur bin Badrun adalah seorang yang alim, fakih, wara’, dan zuhud yang mempunyai sebutan di tempat tinggalnya Abu Muhammad Madani atau Abah Dani. Beliau adalah seorang pimpinan pondok pesantren Darussalam Martapura yang merupakan sebuah pesantren yang tersohor di Kalimantan Selatan yang banyak mencetak ulama dan cendekia muslim yang ternama
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mengasuh Pesantren
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdus Syukur bin Badrun adalah seorang yang alim, faqih, wara’, dan zuhud yang mempunyai sebutan di tempat tinggalnya Abu Muhammad Madani atau Abah Dani. Beliau adalah seorang pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura yang merupakan sebuah pesantren yang tersohor di Kalimantan Selatan yang banyak mencetak ulama dan cendekia Muslim yang ternama. Lahir di Kampung Melayu Martapura-Banjar pada tanggal 29 Muharram tahun 1349 H bertepatan dengan tanggal 25 Juni tahun 1930 M.
1.2 Riwayat Keluarga
Beliau menikah dengan seorang wanitah sholehah bernama Hj. Fatimah, dari perkawinan tersebut beliau dikaruniai tujuh anak.
1.3 Wafat
KH. Abdussyukur berpulang ke Rahmatullahi pada hari Sabtu tanggal 5 Rabiul Awwal 1428 H bertepatan pada tanggal 24 Maret 2007 M. Pada jam 12.20 Wita dan dimakamkan di samping guru beliau KH. Sya’rani Arif di Kubah Kampung Melayu Tengah Martapura.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Beliau tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang religi dan terdidik dalam pendidikan yang baik atas didikan langsung dari dua orang tuanya. Ia belajar membaca dan menulis kepada seorang guru mulai beumur kurang lebih 10 tahun. Beliau mulai belajar Al-Qur'an atas bimbingan ayah dan ustaznya, di samping itu juga ia belajar pelajaran dasar dalam agama Islam seperti nahwu, shorof, dan balaghah kepada para ulama yang berada di tempat kelahirannya.
Beliau meneruskan pelajarannya kepada beberapa orang alim di wilayahnya, dan ia mulai masuk Sekolah Diniyyah “Izharil Ulum”. Sekolah ini didirikan oleh seorang ulama besar yang bernama KH. Muhammad Sya’rani bin Muhammad Arif Al-Banjari pada tahun 1364 H/1945 M. Ia dididik di sekolah tersebut dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Kemudian berpindah sekolah dan menyempurnakan pelajarannya di Madrasah Darussalam Martapura pada tahun 1946 M dan lulus di sekolah ini pada tahun 1369 H/195 0M. KH. Abdus Syukur bin Badrun adalah seorang guru yang mempunyai akal yang cerdas sejak kecil. Pada masa hayatnya beliau tidak pernah terlihat pemalas, seorang yang mempunyai tekad yang kuat dalam memperoleh pengetahuan yang tinggi. Beliau menghabiskan waktu dalam hidupnya dengan sering membaca kitab, mengulangi pelajarannya, mengajar ilmu kepada murid-muridnya.
Allah SWT telah menganugerahkan kepadanya kecerdasan dalam segala ilmu-ilmu agama, ushul-ushulnya, hadis, fiqih, dll. Ia memiliki ingatan yang kuat dalam menghafal dan pemahaman yang luas pada kebanyakan kitab-kitab yang berkaitan tentang hadis, fiqih, dan ushul. Ia seorang guru yang mempunyai sifaf kemualiaan yang ada di dalam dirinya seperti zuhud, wara’, tawadhu’, baik akhlaknya, pemaaf, banyak senyum terhadap muridnya yang ingin menimba ilmu kepadanya.
Beliau mempelajari ilmu agama dari beberapa
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

