Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Ramli, Wakil Ketua Rabithatul Ulama 1950, Sulawesi Selatan
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Ramli, Wakil Ketua Rabithatul Ulama 1950, Sulawesi Selatan

1907 – 1958 M · 24.763 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Sejak kecil, beliau diasuh dan besarkan dalam kultur keagamaan yang sangat kuat. Karena beliau berasal dari keluarga agamis, maka beliau belajar ilmu agama pertamanya dari kelaurga terdekat, yakni kedua orang tuanya.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Metode Dakwah
3.2  Kiprah di Nahdlatul Ulama

4.    Perjalanan Karir
5.    Referensi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. Muhammad Ramli lahir pada tahun 1906 M / 1325 H, di Bone, Sulawesi Selatan. Beliau merupakan putra dari pasangan H. Masalah dan Hj. Aminah.

1.2 Wafat
KH. Muhammad Ramli wafat pada tanggal 3 Februari 1958 M, dalam usia 52 tahun sewaktu menjadi anggota Konstituante di Bandung, dan dimakamkan di Pemakaman Arab, Bontoala, Makassar.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Sejak kecil, beliau diasuh dan besarkan dalam kultur keagamaan yang sangat kuat. Karena beliau berasal dari keluarga agamis, maka beliau belajar ilmu agama pertamanya dari kelaurga terdekat, yakni kedua orang tuanya.

Kyai Ramli kecil memulai pendidikannya dengan belajar di Sekolah Rakyat (SR) di lingkungan rumahnya. Setelah beranjak dewasa, Kyai Ramli berangkat ke Makkah untuk berhaji dan belajar ilmu agama selama tiga tahun di sana.

Sepulangnya dari Makkah pun tetap tawadhu’ dan tidak menyombongkan dirinya. KH. Muhammad Ramli mengunjungi para ulama di Sulawesi Selatan dan kembali berguru kepada mereka, seperti, KH. Ahmad Bone, Syekh Mahmud Al-Madani, Syekh Radhi dan Syekh Hasan Al-Yamani.

2.2 Guru-Guru
1. KH. Ahmad Bone,
2. Syekh Mahmud Al-Madani,
3. Syekh Radhi,
4. Syekh Hasan Al-Yamani.
5. KH. M. As’ad

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Metode Dakwah
Dalam menjalankan misi dakwahnya, KH. Ramli mengembangkan metode-metode ceramah dan pengajian dengan gaya yang menarik dan disukai oleh masyarakat. Beliau sangat memegang teguh prinsip-prinsip Ahlussunnah Wal Jamaah. Aqidah inilah yang diterapkan, baik kepada santri-santrinya maupun kepada masyarakat secara luas.

KH. Muhammad Ramli berprinsip bahwa hal paling pokok dalam Islama adalah aqidah. Karenanya, beliau berusaha semaksimal mungkin untuk menanamkan dasar-dasar aqidah ini kepada masyarakat. Dengan segala daya upaya, KH. Muhammad Ramli memberantas segala kemusyrikan yang masih melanda masyarakat Luwu pada waktu itu.

Pada waktu itu masyarakat di Luwu masih banyak yang menyembah pohon-pohon, sungai, batu dan lain sebagainya. Meski dilarang oleh agama, namun pada waktu itu penyembahan-penyembahan seperti ini masih ditolelir oleh pihak kerajaan. Dengan demikian KH. Muhammad Ramli merasa berkewajiban untuk meluruskan kesalahan-kesalahan aqidah masyarakatnya ini.

Beliau memberikan penerangan-penerangan dengan sikap yang tegas untuk menghilangkan seluruh praktek-praktek kemusyrikan yang masih melanda masyarakat di Sulawesi Selatan. Karena ketegasan-ketegasan sikap dalam setiap ceramah dan fatwa-fatwanya, maka kehidupan bera

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+