Nama ini mungkin belum akrab di telinga kita, tetapi keilmuan dan kiprah sosialnya amat tinggi. Siapa beliau?
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mengajar di Madrasah
3,2 Kiprah di Nahdlatul Ulama
3.3 Pejuang Melawan Penjajah
4. Karya-Karya
5. Chart Silsilah Sanad
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdul Djalil Hamid Tayu atau yang kerap disapa dengan panggilan Mbah Djalil lahir di Bulumanis Kidul, Margoyoso, Tayu, Pati. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Abdul Hamid dan Nyai Syamsiyah. KH. Abdul Djalil Hamid merupakan keturunan ke-8 dari KH. Mutamakkin Kajen, Pati.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Abdul Djalil menikah dengan Nyai Siti Siryati binti KH. Adnan Bulumanis Kidul. Dari pernikahan beliau dikaruniai seorang putri bernama Nyai Roudloh.
Sepeninggal istri pertama, KH. Abdul Djalil menikah Kembali dengan Nyai Hj. Aminah Noor Binti KH. Noor Khudlrin, Baletengahan. Pernikahan dengan Nyai Hj. Aminah Noor ini, KH. Abdul Djalil dikaruniai seorang putra, yaitu KH. Hamdan Abdul Djalil.
“Mbah Djalil diambil menantu KH. Nur Chudlrin, pendiri TBS. Beliau juga merupakan salah satu guru di Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) generasi pertama,” terang KH. Choirozyad seperti dilansir dari Suara Nahdliyin.
1.3 Wafat
KH. Abdul Djalil Hamid wafat di Makkah Al-Mukarramah pada 16 Zulqo’dah 1394 H bertepatan dengan 30 November 1974 M. ”Yang membantu mengurusi pemakaman KH. Abdul Djalil di Makkah waktu itu adalah Prof. Dr. KH. Maghfur Usman.
Prof. Maghfur Usman merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) asal Cepu, Blora yang pernah belajar di Madrasah TBS Kudus dan tercatat sebagai Mustasyar PBNU periode 2010-2015. ‘’Dulu kalau Prof. Maghfur Usman berkesempatan hadir saat haul KH. Abdul Djalil, beliau yang selalu membaca riwayat hidup KH. Abdul Djalil,’’ tutur Nyai Hj. Roihanah.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
KH. Abdul Djalil memulai pendidikannya dengan belajar langsung kepada sang ayah hingga 1919 M, selanjutnya Kyai Abdul Djalil belajar di Pondok Jamsaren Solo asuhan KH. Idris (1919–1920), lalu meneruskan belajar ke Pondok Termas asuhan KH. Dimyathi (1920-1921), kemudian di Pondok Kasingan Rembang asuhan KH. Cholil (1921-1924).
Selanjutnya, pada 1924-1926 Kyai Abdul Djalil muda mukim dan belajar di Makkah Al-Muka
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

