KH Muhammad Yunus (Mu’allim Yunus) Ulama UlamaJakarta
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Guru-guru
3. Penerus
3.1 Anak-anak
3.2 Murid-murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
5. Karier
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Muhammad Yunus bin Muhammad lahir di Bukit Duri, Jakarta pada 31 November 1914 M, merupakan seorang putra dari pasangan H. Muhammad dan Hj. Ammah.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Muhammad Yunus menikah dengan seorang wanita shalihah bernama Hj. Siti binti Ma’un. Dari pernikahan tersebut beliau dikaruniai 10 orang anak.
1.3 Wafat
Menjelang wafatnya, KH. Mu’allim Yunus sedang sakit keras, mengatakan kepada keluarganya bahwa beliau ingin bertemu dengan Habib Abdurahman As-Segaf, atau yang biasa disapa Al-Walid. Sebelum keluarganya menyampaikan pesan itu, rupanya hubungan batin di antara keduanya telah membawa langkah kaki Al-Walid untuk segera menemuinya, seakan-akan Al-Walid telah mendengar pesan dari KH. Mu’allim Yunus.
Sesampainya di kamar KH. Mu’allim Yunus, keduanya berbicang-bincang empat mata. Kemudian tak lama Al-Walid keluar dari kamar dan mengatakan kepada keluarganya agar segera mempersiapkan segala sesuatunya, karena waktunya sudah tidak lama lagi.
Hari Jum’at dini hari, sekitar pukul tiga pagi. Beliau mengatakan kepada H. Yunus agar menyampaikan pesan kepada muridnya KH. Abdullah Syafi’i, supaya bersedia menjadi imam dalam Shalat Jenazah bagi diri beliau. Untuk menyampaikan amanah itu, H. Yunus agak ragu, karena sudah ramai berita yang mengatakan KH. Abdullah Syafi’i akan segera pergi menunaikan ibadah haji.
Maka tanpa menunda-nunda H.Yunus segera mendatangi rumah KH. Abdullah Syafi’i dan menyampaikan pesan Mu’allim Yunus. KH. Abdullah Syafi’i menerima pesan itu sebagai isyarat bahwa wafatnya Mu’allim Yunus memang sudah sangat dekat, oleh karenanya beliaupun tak ragu menunda keberangkatannya.
Dengan tegas KH. Abdullah Syafi’i menjawab, “ya, Insya Allah bisa”. Kabar tentang akan wafatnya KH. Mu’allim Yunus sudah menyebar ke mana-mana sehingga Jum’at paginya itu rumahnya dipenuhi orang banyak.
Hampir semua Ulama besar di Jakarta berkumpul di rumah KH. Mu’allim Yunus, mendampinginya dengan mengaji dan membacakan surat Yasin dan yang lainnya saat itu, Al-Walid tidak tampak di tengah-tengah mereka dan Mu’allim Yunus pun sudah tidak dapat berkata apa-apa.
Ketika waktunya hampir dekat Al-Walid tiba-tiba datang dan memberikan aba-aba untuk seluruh yang hadir agar bersama-sama membacakan Tahlil dengan dipimpin oleh Al-Walid sendiri. Anehnya Mu’allim Yunus, yang sedari tadi tidak dapat berkata apa-apa, seketika ikut bertahlil bersama dengan suara yang cukup jelas terdengar.
Tidak lama, setelah kalimat Tahlil dibaca berulang-ulang secara bersama-sama sekitar lima menit, KH. Mu’allim Yunus pun menghembuskan nafasnya yang terakhir pada hari Selasa sore 30 Dzulqa’idah 1415 H/30 Mei 1995 M, p
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

