KH Abdul Hannan Ma’shum ulama Nahdlatul Ulama Kediri Jawa Timur
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil KH. Abdul Hannan Ma’shum
Kelahiran
KH. Abdul Hannan Ma’shum lahir di Boto Putih Kecamatan Canggu, Sebelah utara Dusun Kwagean. Beliau merupakan putra keempat dari dua belas bersaudara, dari pasangan Bapak Ma’sum, seorang buruh tani dan penjual kelapa asal Boto Putih dan Ibu Siti Nu’amah, seorang penjahit kecil-kecilan asal Krecek Pare.
Saudara-saudara beliau diantaranya, Bapak Khozin (Boto Putih), Ibu Binti ( Mangiran Pare), Agus Khodim (wafat pada usia 2 tahun), KH. Abdul Hannan Ma’shum (Pengasuh Pondok PFU), Agus Shohib (wafat pada umur 1 tahun), Ning Umaiyah (wafat pada umur setengah tahun), Agus Kholil (wafat pada umur 1 tahun), Ibu Istiqomah (Bringin Pare), Bapak Habib (Boto Putih), K. Romdli Anwar (Kebon Sari), Sedang dua diantaranya sudah meninggal dan belum diketahui namanya oleh penyusun.
Selain itu, KH. Abdul Hannan Ma’shum dilahirkan dan hidup dalam lingkungan yang penuh dengan kesederhanaan, beliau rela menjadi buruh menanam singkong di kebun orang lain dengan upah beberapa singkong saja, ini dilakukan hingga beliau tamat SR (Sekolah Rakyat).
Terlebih, sikap berbudi luhur, tawadlu’ dan ketekunan beliau sudah terlihat sejak kecil, bahkan kalau bicara dengan orang lain beliau selalu menggunakan bahasa halus (Kromo Inggil). Sehingga orang yang bertemu langsung mengenal bahwa ini adalah Hanan Putra bapak Ma’sum. Masa kecil beliau tidak seperti anak kecil lainnya yang hanya suka bermain, akan tetapi lebih suka membantu orang tua dengan menggembala kambing, merumput, memelihara hewan peliharaan, seperti: itik, ayam dan lain-lain, walaupun demikian beliau juga suka mecari burung.
Keluarga
Atas dukungan sang guru beliau dan persetujuan orang tua dan keluarga dalam usia 27 tahun bulan Maulud tahun 1980 M beliau dinikahkan oleh KH. Zamroji dengan gadis dari Dusun Kwagean bernama Miftahul Munawaroh yang waktu itu masih berusia 16 Tahun, putri semata wayang dari pasangan H. Anwar dan Hj. Asmurah. Setelah melangsungkan pernikahan, beliau pindah dari Pondok kerumah mertua di-Kwagean barat. Dengan tanpa meninggalkan belajarnya selama 22 tahun di Pondok Kencong. Buah dari pernikahan beliau itu, beliau dikaruniai putra dan putri yaitu :
- Agus Moh. Miftah
- Ning Nur Habibah (Almh.) wafat pada 11 Desember 1999
- Agus Moh. Muhdlor
- Agus Muslim
- Ning Rif’atul Hasanah
- Agus Barizi
- Ning Zakiyatul Milah
- Agus Muhammad Idris
- Agus Muhammad Baha’uddin
- Ning Dzuhrotul Wafiyah
- Ning Fa’idatus Sirriyah
- Agus Ahmad Muhammad
Pendidikan
KH. Abdul Hannan Ma’shum memulai pendidikannya dengan belajar di Sekolah Rakyat (sekarang SD) dengan guru Bapak Jendol. Kemudian beliau meneruskan di Madrasah Wajib Belajar (MWB) sampai tingkat MTT (Madrasah Tingkat Tinggi). Ditambah selama 8 tahun dan tamat pada tahun 1965 M.
Pada umur sekitar 12 tahun, beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren Roudlotul ‘Ulum Kencong (sebelah timur Kwagean) yang diasuh oleh KH. Ahmadi dan KH. Zamroji Syaerozi.
Di pesantren inilah beliau banyak menimba ilmu kurang lebih 15 tahun. Sebelum mondok di Pesantren tersebut beliau memang sudah dikenalkan dengan pengajian-pengajian didesanya layaknya pengajian salaf di Pondok Pesantren oleh Kiai didesanya, beliau sudah pernah mengaji “S
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

