Gus Rozin menghabiskan masa kecilnya di Kajen Margoyoso Pati. Beliau belajar ilmu secara langsung kepada KH. MA. Sahal Mahfudz, KH. Abdullah Zain Salam, KH. Ahmad Nafi’ Abdillah, dan ulama-ulama besar lainnya di Kajen.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Sosok Inovator Pendidikan
3.2 Kiprah di Nahdlatul Ulama
4. Karir-Karir
5. Teladan
6. Pemikiran
7. Terus Berkarya
8. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdul Ghoffarrozin atau yang akrab dengan sapaan Gus Rozin lahir pada 31 Juli 1976, di Kajen, Margoyoso, Pati. Putra dari KH. MA. Sahal Mahfudz dan Ibu Nyai Hj. Dra. Nafisah Sahal. Sejak kecil ditempa dalam keluarga yang mencintai ilmu dan perjuangan.
KH. MA. Sahal Mahfudz adalah tokoh puncak di dua organisasi besar, yaitu NU dan MUI. Ibunya, Hj. Dra. Nafisah Sahal adalah aktivis Muslimat NU Pati, Muslimat NU Jawa Tengah, dan pernah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
1.2 Riwayat Keluarga
Saat menempuh pendidikan di Australia, Gus Rozin memutuskan menikah dengan Neng Tutik Nurul Janah, dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Dari pernikahan ini keduanya dikaruniai tiga orang putri.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Gus Rozin menghabiskan masa kecilnya di Kajen Margoyoso Pati. Beliau belajar ilmu secara langsung kepada KH. MA. Sahal Mahfudz, KH. Abdullah Zain Salam, KH. Ahmad Nafi’ Abdillah, dan ulama-ulama besar lainnya di Kajen.
Beliau menyelesaikan studi di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen. Kebetulan saat Gus Rozin studi di PIM, banyak sekali anak kyai yang satu periode dengannya, seperti KH. Abdullah Umar Fayumi, KH. Tsaqib Purwodadi (putra Ibu Nyai Munawwarah Abdullah Zain Salam-KH. M. Busyro Abdul Lathif), KH. Zulfa Mustafa (Wakil Ketua Umum PBNU sekarang) dan lain-lain.
Setelah menyelesaikan studi di PIM, Gus Rozin melanjutkan studi di Pondok Pesantren Fathul Ulum Kwagean Kediri, asuhan KH. Abdul Hanan. Pondok ini dikenal dengan ngaji kilatan sehingga santri yang studi di pondok ini dalam waktu singkat mampu mengkhatamkan banyak kitab.
Ngaji kilatan di pesantren familier dengan ngaji pasanan, yaitu ngaji pada waktu bulan Ramadhan yang mengkhatamkan beberapa kitab dengan target waktu tertentu. Ngaji pasanan ini membutuhkan konsentrasi tinggi karena kyai cenderung memberikan makna dengan cepat dan keterangan yang sangat terbatas. Kelebihan ngaji pasanan adalah seorang santri mampu memfokuskan pikiran dan waktunya untuk mengkaji satu atau beberapa kitab secara tuntas dari awal sampai akhir. Pesantren Kwagean punya keunggulan ini.
Menurut sebuah sumber, ketika di Kwagean ini, Gus Rozin mencuri waktu mengambil kursus inggris. Selain itu, ketika di Kwagean ini juga, Gus Rozin sudah berlatih berwirausaha, yaitu beternak kambing yang dipasrahkan kepada orang lain. Ketika musim lebaran Idul Adha datang, kambing tersebut dijual dan keuntungannya dibagi sesuai kesepakatan.
Setelah belajar 3.5 tahun di Kwagean Kediri, Gus Rozin meneruskan studi di Jakarta. Di tengah berbagai kesibukan, beliau berhasil menyel
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

