Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Yahya Syabrowi
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Yahya Syabrowi

lahir 1907 M · 20.958 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Biografi KH. Yahya Syabrowi ulama Nahdlatul Ulama Malang Jawa timur

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil KH. Yahya Syabrowi

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Keluarga
  4. Pendidikan
  5. Mendirikan Pesantren
  6. Teladan

Kelahiran

KH. Yahya Syabrowi lahir pada tahun 1907 M di Perkampungan Tattat Sampang, Madura. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Syabrowi dengan Nyai Latifah.

Ibu beliau adalah salah satu putri KH. Ismail Ombul, Sampang Madura, yang merupakan salah satu keturunan dari Syekh Sulaiman Mojoagung, pendiri Pondok Pesantren Sidogiri.

Wafat

KH. Yahya Syabrowi wafat tahun 1987. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit yang beliau rintis, Rumah Sakit Islam Gondanglegi Malang.

Keluarga

Setelah Nyantri kepada KH. Kholil Bangkalan dan mendapat isyaroh dari gurunya, KH. Bukhori membatalkan niat untuk berdakwah ke Jawa Tengah, melainkan pergi menuju Malang untuk berdakwah. Pada tahun 1937, sampailah KH. Yahya Syabrowi di desa Ganjaran bersama keponakannya. Sesampainya KH. Yahya Syabrowi di Ganjaran, beliau dinikahkan oleh KH. Bukhori dengan putrinya sendiri.

Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai, 15 anak, putra-putri beliau diantaranya:

  1. Khozin, Lahir Malam Kamis (Jam 2) 16 Jumadil Akhir 1358/1939)
  2. Rasyidah, meninggal  ketika berusia 9 tahun
  3. Aisyah, Ahad 22 Syawal 1362 H/1943 (menikah hari Jum’at 19 Syawal 1379 H/1960 M)
  4. Munifah, Kamis 20 Muharram 1365 H/1946 M (menikah Jum’at 14 Dzulhijjah 1381/1962)
  5. Ahmad, malam kamis pahing, 23 Muharram 1368 H/ 1948 M
  6. Hamimah, malam kamis legi 20 Dzulhijjah 1367 H/ 1953 M
  7. Sa’id, yang satu lagi meninggal keguguran berkelamin laki-laki
  8. Muhammad Syakir, Sabtu Wage Pagi, 24 Dzul Hijjah 1375 H/ 13 Agustus 1955
  9. Mahmudah, Malam Rabu Wage 14 Sya’ban 1377/ 5 Februari 1958 (meninggal pada saat usia 7 hari)
  10. Qoshidah, malam Senin Kliwon, 6 Ramadlan 1378 H/ 16 Maret 1959 (meninggal Jum’at Wage Rajab 1385 H/29 Oktober 1965)
  11. Ghoniyah, malam Senin Kliwon 16 Jumada Akhir 1380 H/ 5 Desember 1960
  12. Khasyi’ah, Rabu pagi, Syawal 1382 H/ Februari 1963
  13. Jazilah, malam Selasa Wage 25 Dzulhijjah 1384 H/27 April 1965 (meninggal ketika kecil)
  14. Mukhlis, Malam Jum’at Legi 25 Robi’ul Akhir 1386 H/ 12 Agustus 1966
  15. Madarik, Senin Wage 23 Shofar 1392 H/10 April 1972.

Pendidikan

KH. Yahya Syabrowi memulai pendidikannya dengan belajar kepada orang tuanya sendiri, KH Syabrowi. Dari beliaulah Kiai Yahya menuntut dasar-dasar ilmu agama dan kehidupan. Setelah menginjak dewasa beliau melanjutkan studinya kepada Kiai Makki Sampang selama delapan tahun. Berkat prestasi dan kepandaian beliau, Kiai Yahya diperintahkan membantu mengajar di pondok pesantren tersebut.

Setelah itu, beliau melanjutkan belajarnya ke Pondok Pesantren Panji Sidoarjo yang diasuh oleh KH. Khozin. Sebagai Tafaulan terhadap guru, putra pertama beliau diberi nama yang sama dengan gurunya, yaitu KH. Khozin. Di pondok pesantren tersebut, beliau juga mendapat kepercayaan mewakili Kiai untuk mengajarkan kitab kuning.

Mendirikan Pesantren

Setelah kurang lebih sepuluh tahun bermukim di desa Ganjaran, KH. Yahya Syabrowi mulai merintis Madrasah Miftahussyibyan yang kini berubah

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+