KH. Sya’roni Ahmadi telah memberikan banyak hal. Tradisi santri yang sekarang ini lekat dengan masyarakat Kudus rasanya tak bisa dilepaskan dari jasa beliau. Pengajian rumahan atau di masjid-masjid seperti di Masjid Al Aqsha Menara Kudus masih rutin dijalankan.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi:
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Model dan Strategi Dakwah
4. Jasa-Jasa
5. Karya-Karya
6. Karir-Karir
7. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Sya’roni Ahmadi lahir di Kota Kudus, beliau merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara. Beliau ditinggalkan ibundanya semenjak kecil tepatnya ketika berusia 8 tahun. Sepeninggal ibunya, KH. Sya’roni diasuh oleh sang ayah.
Namun masa ini pun tidak berlangsung lama. Karena menginjak usiannya yang ke 13 tahun, KH. Sya’roni Ahmadi ditinggal oleh ayahnya. Lengkap sudah duka KH. Sya’roni Ahmadi karena sejak saat itu beliau menjadi anak yatim piatu.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1962 KH. Sya’roni Ahmadi menikah dengan Nyai Afifah. Dari pernikahan itu beliau karuniai 8 putra-putri, 2 anak laki-laki dan 6 anak perempuan.
1.3 Wafat
KH. Sya'roni Ahmadi wafat di Rumah Islam (RSI) Kudus, Selasa, 27 April 2021 sekitar jam 09.00 dalam umur 89 tahun.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Pendidikan
Sejak kecil Kyai Sya’roni Ahmadi dikenal sebagai anak yang gandrung mengkaji agama, mulai dari Al-Qur’an sampai tauhid, fiqih, tasawuf dan sebagainya. Terbukti, meskipun berasal dari keluarga dari ekonomi pas-pasan, beliau rajin mengikuti pengajian-pengajian yang diadakan di sekitar Kota Kudus. Kyai Sya’roni Ahmadi kecil termasuk anak yang cerdas. Pada usia 11 tahun berliau sudah hafal kitab Alfiyah Ibnu Malik bahkan hafal Al-Qur'an.
Dalam pendidikan formalnya beliau sempat mengenyam pendidikan di Madrasah Diniyah Mu’awanah di Madrasah Ma’ahid lama (pada masa KH. Muchit). Sedangkan pendidikan non formalnya, baliau banyak belajar dari satu tempat ke tempat lain.
Untuk belajar Al-Qur’an utamanya Qira’ah Al-Sab’ah berliau berguru kepada KH. Arwani Amin Kudus yang mengasuh Pondok Yanbu’ul Qur’an. Beliau juga sempat berguru kepada KH. Turaichan Adjhuri. Sedangkan guru-gurunya yang lain adalah KH. Turmudzi dan KH. Asnawi dan lain-lain.
KH. Sya’roni Ahmadi banyak dikenal sebagai sosok yang menguasai ilmu agama secara interdisipliner. Beliau tidak hanya mahir dalam ilmu tafsir, tetapi ju
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

