Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Prof. Dr. KH. Ali Yafie, Rais 'Aam PBNU 1991
✓ Terverifikasi Tim Riset

Prof. Dr. KH. Ali Yafie, Rais 'Aam PBNU 1991

1926 – 2023 M · 29.324 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Prof. Dr. KH. Ali Yafie dilahirkan di Donggala, Sulawesi Tengah pada 1 September 1926 atau 23 Shafar 1345. Pada bulan ketika dilahirkan itu, muktamar NU pertama diselenggarakan. Beliau adalah anak ketiga dari lima bersaudara, yakni As’ad, Muzainah, Ali Yafie, Manarussana, dan Amira.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Murid-Murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Menjadi Pengasuh Pesantren

5.    Riwayat Organisasi
6.    Karir-Karir
7.    Karya-Karya
8.    Penghargaan
9.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
Prof. Dr. KH. Ali Yafie lahir di Donggala, Sulawesi Tengah pada tanggal 1 September 1926 atau 23 Shafar 1345. Ketika itu, Muktamar NU pertama diselenggarakan. Beliau adalah anak ketiga dari lima bersaudara, yakni: Kyai As’ad, Nyai Muzainah, KH. Ali Yafie, Nyai Manarussana, dan Nyai Amira.

Ayahnya bernama Syekh Muhammad Al-Yafie dan ibunya bernama Imacayya, putri raja dari salah satu kerajaan di Tanete di pesisir barat Sulawesi Selatan. Menurut penuturan Gus Helmi Ali, putra Kyai Ali Yafie, Bu Imacayya meninggal saat Kyai Ali Yafie berumur 10 tahun. Ayahnya menikah lagi dengan ibu Tanawali. Pasangan ini diberi empat keturunan, yakni: Nyai Muhsanah, Kyai Husain, Nyai Khadijah, dan Kyai Idris.

1.2 Riwayat Keluarga
Pada usia 19 tahun, Prof. Dr. KH. Ali Yafie menikah dengan Hj. Aisyah, yang ketika itu masih berusia 16 tahun. Kendati menikah muda, mereka mengarungi bahtera rumah tangga dengan bahagia. Dari pernikahannya tersebut, beliau dikaruniai empat anak yang kelak akan menjadi penerusnya, di antaranya: Kyai Helmi Ali, Kyai Saifuddin Ali, Kyai Azmi Ali, dan Kyai Badrudtamam Ali.

1.3 Wafat
Prof. Dr. KH. Ali Yafie wafat pada hari Sabtu 25 Februari 2023, pukul 22.13 di RS. Premier Bintaro. Kyai Ali wafat dalam usia 96 tahun setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama kurang lebih satu bulan terakhir. Jenazah beliau dimakamkan pada hari Minggu tanggal 26 Februari 2023, di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. 

2.  Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Prof. Dr. KH. Ali Yafie berasal dari keluarga yang taat menjalankan ajaran agama Islam. Sejak kecil beliau sudah berkecimpung di dunia pesantren. Ayahnya Syekh Muhammad Yafie adalah seorang pendidik, yang telah memperhatikan pendidikan Kyai Ali sejak kecil dengan mendidiknya perihal keagamaan, dan memasukkannya ke sebuah pesantren Beliau memperoleh pendidikan pertamanya pada sekolah dasar umum, lalu dilanjutkan dengan pendidikan di Madrasah Asadiyah yang terkenal di Sengkang, Sulawesi Selatan.

Sang ayah terus mendorongnya untuk menuntut berbagai ilmu pengetahauan, terutama ilmu pengetahuan agama sebanyak-banyaknya dari para ulama, termasuk ulama besar Syekh Muhammad Firdaus, yang berasal dari Hijaz, Makkah, Saudi Arabia.

Didikan orang tuanya untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya tertanam terus sejak kecil hingga kemudian diteruskan dalam mendidik putra-p

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+