Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Prof. Dr. AG. H. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A., Pusat Studi Al-Qur’an, Tangerang Selatan
✓ Terverifikasi Tim Riset

Prof. Dr. AG. H. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A., Pusat Studi Al-Qur’an, Tangerang Selatan

lahir 1944 M · 28.245 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Biografi Prof. Dr. AG. H. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A Ulama Nahdlatul Ulama Tangerang Jawa Barat

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren

4.    Karir-Karir
5.    Karya-Karya
6.    Chart Silsilah Sanad
7.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
Prof. Dr. AG. H. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A., lahir pada tanggal 16 Februari 1944, di Rappang, Sulawesi Selatan. Beliau merupakan putra keempat dari dua belas bersaudara, dari pasangan Habib Abdurrahman Shihab dan Syarifah Asma Aburisyi.

Sejak kecil hidup dalam lingkungan agama dan pendidikan yang kuat. Ayahnya adalah seorang ulama besar di Sulawesi Selatan dan pernah menjadi Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan IAIN Alauddin Ujung Pandang, Makassar, Sulawesi Selatan. Setiap Maghrib, selalu mengaji dan mendengarkan tafsir Al-Qur'an yang disampaikan ayahnya.

1.2 Riwayat Keluarga
Prof. Dr. AG. H. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A., menikah dengan Syarifah Fatmawaty Assegaf pada 2 Februari 1975 di Solo. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai lima orang anak, yakni:

  1. Najelaa Shihab,
  2. Najwa Shihab,
  3. Nasywa Shihab,
  4. Ahmad Shihab,
  5. Nahla Shihab.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Masa sekolah dasarnya, seperti dalam situs Pusat Studi Al-Qur’an, diselesaikan di Ujung Pandang. Memasuki sekolah menengah, pada usia 12 tahun, dikirim orang tuanya ke Pondok Pesantren Darul-Hadis Al-Faqihiyyah, Malang, Jawa Timur. Di sini hanya butuh 2 tahun karena dalam waktu singkat sudah mahir berbahasa arab.

Melihat potensinya, ayahnya kembali mengirimnya ke Kairo Mesir, pada usia 14 tahun. Masuk kelas dua I'dadiyah Al Azhar (setingkat sekolah menengah) di Mesir menyelesaikannya dengan baik dan melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi, mengambil S1, Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir dan Hadis, Universitas Al-Azhar.

Beliau berhasil meraih gelar sarjana tafsir hadis pada usia 23 tahun. Tidak cukup di situ, kemudian meneruskan S2 dengan jurusan yang sama. Pada tahun 1969, meraih gelar MA dengan tesis berjudul Al-I’jaz At-Tasyri’i li Al-Qur’an Al-Karim. (Kemukjizatan Al-Qur'an Al-Karim dari Segi Hukum)

Belum cukup untuk mencari ilmu. Setelah S2, pulang dulu ke Indonesia untuk mengabdi di Indonesia. Tidak lama kemudian, kembali lagi ke Mesir untuk menyelesaikan program doktornya.

Pada 1982, beliau meraih doktornya dalam Bidang Ilmu-ilmu Al-Qur'an dengan disertasi yang berjudul Nazhm Ad-Durar li Al-Biqa’iy, Tahqiq wa Dirasah (Suatu Kajian dan analisis terhadap keotentikan Kitab Nazm Ad-Durar karya Al-Biqa’i).” dan berhasil mempertahankan dengan mendapatkan nilai yudisium Summa Cum Laude disertai Penghargaan tingkat pertama (mumtaz ma`a martabat asy-syaraf al-’ula).

Beliau termasuk menjadi orang Indonesia pertama yang mengam

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+