Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syeikh Baqir bin Muhammad Nur al-Jukjawi
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syeikh Baqir bin Muhammad Nur al-Jukjawi

1888 – 1944 M · 8.291 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Syeikh Baqir bin Muhammad Nur al-Jukjawi adalah ulama gurunya para ulama nusantara berasal dari Yogyakarta dan bermukim hingga wafat di Mekkah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-guru Beliau
2.3       Mengajar Halaqah di Masjid Haram dan di Rumahnya

3          Penerus Beliau
3.2       Murid-murid Beliau

4         Karya dan Karier
4.2       Karier Beliau
4.3       Karya Beliau

5          Referensi

6          Chart Silsilah Sanad

1 Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir

Syaikh Baqir al-Jukjawi lahir pada tahun 1306 H/ 1888 M, kelahiran beliau bebarengan dengan pemberontakan Cilegon . Ayah Syaikh Baqir al-Jukjawi adalah Kiai Muhammad Nur beliau adalah seorang Ulama yang disegani didaerah Lempuyangan Yogyakarta

1.2  Wafat

Beliau wafat di Makkah pada tahun 1363 H di usianya yang ke-57 tahun. jenazah beliau dimakamkan di Pemakaman Ma’la kota Makkah

2  Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1   Mengembara Menuntut Ilmu

Dari Ayahnya ini Syaikh Baqir al-Jukjawi mendapatkan pendidikan Agama secara langsung. Selain itu juga Syaikh Baqir al-Jukjawi belajar agama dengan Kiai Abdul Hamid Lempuyangan. Syaikh Baqir al-Jukjawi mempunyai kelebihan dalam belajar ilmu agama Islam, sehingga ayahnya yaitu Kiai Muhammad Nur memerintah anaknya untuk belajar ke negeri Hijaz, dengan harapan semoga nantinya Syaikh Baqir al-Jukjawi bisa melanjutkan perjuangan ayahnya dalam menyebarkan ajaran agama Islam.

Syaikh Baqir al-Jukjawi bergabung dengan santri-santri asal Nusantara yang ada di Kampung al-Jawi saat berada di Hijaz, disini Syaikh Baqir al-Jukjawi bertemu dengan santri-santri asal Jawa seperti KH. Hasyim Asy’ari, Kiai Ahmad Dahlan, Kiai Raden Asnawi Kudus dan Kiai Faqih Maskumambang. Syaikh Baqir al-Jukjawi belajar dengan ulama-ulama Nusantara yang telah mengajar di Masjidil Haram seperti Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabau dan guru favoritnya dalam ilmu Hadist yaitu Syaikh Mahfudz al-Termasi. Selain belajar kepada ulama Nusantara, Syaikh Baqir al-Jukjawi juga belajar kepada ulama-ulama Haramain lainnya seperti Syaikh Husain bin Muhammad al-Habsy, Sayyid Muhammad bin Salim as-Sirri, Sayyid Abdul Hayyi al-Kattani, Syaikh Yusuf an-Nabhani, Syaikh Muhammad Amin Ridman al-Madani, Syaikh Abu Syaib ash-Shodiqi, Syaikh Abdul Karim Dangestani dan lain-lain.

Syaikh Baqir al-Jukjawi belajar dengan penuh ketekunan dan kesungguhan, Syaikh Baqir al-Jukjawi mempelajari apa yang telah di ajarkan oleh ulama-ulama Haramain, sehingga Syaikh Baqir al-Jukjawi menjadi salah satu santri yang menonjol dari kalangan al-Jawi. Dengan kecerdasan dan Prestasi yang dimilikinya, maka Syaikh Baqir al-Jukjawi ditunjuk menjadi salah satu pengajar yang mengajar

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+