Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Faqih Muntaha
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Faqih Muntaha

1955 – 2016 M · 21.908 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Biografi KH Faqih Muntaha Ulama Nahdlatul Ulama Wonosobo Jawa Tengah

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi

1        Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1     Lahir
1.2     Riwayat Keluarga
1.3     Wafat

2        Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1     Mengembara Menuntut Ilmu
2.2     Guru-Guru
2.3     Pengasuh Pesantren

3        Jasa
4        Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Faqih Muntaha atau yang akrab disapa dengan panggilan Abah Faqih lahir pada tanggal 3 Maret 1955 di Kalibeber. Beliau merupakan putra sulung KH. Muntaha Al-Hafidz dengan Nyai Hj. Maiyan Jariyah.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Faqih Muntaha menikah dengan salah seorang santri Kalibeber yang bernama Shofiah binti KH. Abdul Qodir Cilongok Banyumas. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai 5 putra dan 1 putri, di antaranya: H. Abdurrohman Al-Asy'ari, Alh, S.H.I, H. Khairullah Al-Mujtaba, Alh, Siti Marliyah, Nuruzzaman, Fadlurrohman Al-Faqih, dan Ahmad Isbat Caesar.

Putra-putri beliau sudah ada yang menyelesaikan pendidikan baik formal maupun non formal, baik S1 maupun Tahfidzul Qur'an dan juga pondok pesantren. Bahkan putra beliau yang pertama dan kedua adalah alumnus Yaman "Ribat Ta'lim Khadzral Maut" di bawah asuhan Habib Salim As-Satiri.

1.3 Wafat
KH. Faqih Muntaha wafat pada hari Jumat 20 Mei 2016 sekitar pukul 19.00 wafat dalam usia 61 tahun. Beliau meninggal dunia karena menderita penyakit komplikasi sakit jantung di Rumah Sakit Islam Wonosobo.

2.  Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Faqih Muntaha memulai pendidikannya dengan belajar langsung kepada ayahnya, KH. Muntaha Al-Hafidz. Setelah selesai belajar kepada ayahnya, beliau melanjutkan pendidikanya dengan sekolah formal di SD Kalibeber, sedangkan SMPnya di Wonosobo, yang kemudian melanjutkan di STM juga di Wonosobo.

Setelah selesai sekolah formal beliau dikirim untuk belajar di pesantren, seperti gus-gus yang lain. Pada tahun 1973 beliau nyantri di Pondok Pesantren Tremas Pacitan di bawah asuhan KH. Chabib Dimyati, sampai tahun 1978. Kemudian beliau pindah ke Pondok Pesantren Krapyak yang pada waktu itu di asuh oleh KH. Ali Maksum (juga termasuk salah satu teman seperjuangan KH. Muntaha Al-Hafidz) selama satu tahun.

Selanjutnya beliau nyantri lagi di Buaran Pekalongan kepada KH. Syafi'i yang juga terkenal sebagai salah satu teman seperjuangan KH. Muntaha Al-Hafidz, setelah itu pada tahun 1980 beliau pulang ke Kalibeber yang dilanjutkan dengan nyantri di Kaliwiro kepada seorang kyai yang terkenal dengan sebutan Mbah Dimyati.

2.1 Guru-Guru
1. KH. Ali M

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+