Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Zuhri Zaini Paiton, Pengasuh Pesantren Nurul Jadid Probolinggo
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Zuhri Zaini Paiton, Pengasuh Pesantren Nurul Jadid Probolinggo

lahir 1952 M · 28.175 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Biografi KH Zuhri Zaini Paiton Ulama Nahdlatul Ulama Probolinggo Jawa Timur

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Aktif di Organisasi

4.    Karya-Karya
5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Zuhri Zaini Paiton lahir pada tanggal 5 Oktober 1948 di Probolinggo. Beliau merupakan putra kelima dari pasangan KH. Zaini Mun’im dengan Nyai Nafi’ah. Kelahiran beliau sangat dekat dengan KH. Abdul Haq Zaini, putra keenam yang lahir pada 5 Mei 1953. Bahkan, ketika Kyai Zuhri masih dalam masa-masa penyusuhan, Kyai Abdul Haq sudah lahir.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Zuhri Zaini Paiton menikah dengan Nyai. Bisyaroh Syuhud. Dari pernikahannya itu, beliau dikarunia 5 orang anak, yaitu:
1. Ning Hikmah Kamiliyah
2. Ning Hanunah Nafi’iyah
3. Gus Muhammad Imdad Robbani
4. Ning Wahbatur Rohmaniyah
5. Gus Muhammad Itsbat Syuhudi

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
KH. Zuhri Zaini Paiton memulai pendidikan pertama selama 6 tahun di Ma’had Al-Nasi’iyah Al-Islamiyah Nurul Jadid, sebuah lembaga setara Madrasah Ibtidaiyah. Sejak belajar di tingkat Madrasah Ibtidaiyah ini, Kyai Zuhri mempelajari berbagai ilmu dari berbagai kitab, seperti Jurmiyah, Mutammimah, dan Alfiyah.

Tidak hanya sampai di situ saja, untuk memperluas keilmuan beliau di bidang ilmu agama, Kyai Zuhri tetap memilih Pesantren Nurul Jadid sebagai tempat belajar di ADIPNU (Akademi Dakwah NU) atau PTID (Perguruan Tinggi Ilmu Dakwah) Nurul Jadid. Dari studi di ADIPNU/PTID selama 3 tahun inilah, beliau akhirnya menyandang gelar BA (singkatan dari Bachelor of Arts). Gelar ini dulunya dikhususkan untuk para sarjana ilmu-ilmu sosial, termasuk di dalamnya ilmu dakwah.

Tidak puas menyelesaikan studi di perguruan tinggi, Kyai Zuhri akhirnya memilih untuk kembali mendalami ilmu agama di Pesantren Sidogiri Pasuruan selama 3 tahun. Di sinilah, beliau belajar ilmu agama langsung dari KH. Cholil Nawawi, salah satu pengasuh pesantren tertua tersebut. Dari Sidogiri, beliau sempat melanjutkan studi ke PTIQ Jakarta meski hanya beberapa bulan karena terkendala masalah kesehatan.

2.1 Guru-Guru
1. KH. Zaini Mun’im (ayah KH. Zuhri Zaini)
2. KH. Cholil Nawawi

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Sejak meninggalnya “trisula Nurul Jadid”, KH. Abdul Wahid (wafat 2000), KH. Abdul Haq (wafat 2009), dan KH. Nur Chotim (wafat 2013), KH. Zuhri Zaini Paiton mengemban amanah sendirian untuk mengatur manajemen kepesantrenan.

Meskipun disibukkan dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan, Kyai Zuhri masih sempat ningkatkan kualitas pembelajaran dan pembinaan santri. Beliau masih memimpin pengajian kitab kuning secara reguler, menjadi imam Shalat Jum’at di Masjid Jami, yang terkadang pula dibantu oleh para putra dan ponakannya.

Beban kepemimpinan ini terus berlangsung selama kurang lebih 3 tahun sebelum pada akhirnya manajemen kepesantrenan berada di bawah komando KH. Abdul Hamid Wahid (putra pertama dari KH. Abdul Wahid Zaini) sebagai Kepala Pesantren.

Bagi KH. Zuhri Zaini Paiton, salah satu riyadhah (dalam bahasa Indonesia berarti &ls

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+