Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Cholil Nawawie Sidogiri, Figur Pendidik Sejati
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Cholil Nawawie Sidogiri, Figur Pendidik Sejati

1925 – 1977 M · 38.695 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Cholil Nawawi adalah putra dari pasangan Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. Nawawie Noerhasan dengan Nyai Nadzifah. Beliau lahir sekitar tahun 1925 M/1343H. Konon nama Cholil sendiri merupakan pemberian langsung dari Mbah Kholil Bangkalan.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2  Figur Pendidik Sejati

4.   Teladan
4.1  Mengetahui Problem Masyarakat
4.2  Memegang Teguh Syariat
4.3  Tawaduk dan sederhana
4.4  Istiqomah Shalat Berjamaah

5.    Karomah dan Keistimewaan
6.    Chart Sisilah Beliau
7.    Referensi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir

Kyai Cholil Nawawie lahir sekitar tahun 1925 M/1343 H dari pasangan Nyai Nadzifah dan KH. Nawawie, yang kemudian diberi nama Muhammad Cholil. Nama itu adalah pemberian dari Syekh Kholil Bangkalan, seorang Kyai yang kesohor kewalian beliau. Wa qila, saat itu Mbah Syekh Kholil mengatakan bahwa bayi ini kelak akan menjadi pengganti beliau.  

1.2 Riwayat Keluarga
Tahun 1947 M/1366 H Kyai Cholil menikah dengan Nyai Asma dari Podokaton Pasuruan.

1.3 Wafat
KH. Cholil Nawawie wafat pada malam Senin Pon 21 Ramadan tahun 1397 H atau 05 September 1977 M. Saat itu beliau sedang mengerjakan Shalat Tarawih seperti malam-malam sebelumnya. Sampai di pertengahan Shalat TarawihKyai pergi ke jeding mengambil wudhu. Namun, ketika akan keluar beliau jatuh tanpa ada seorang pun bersama beliau.

Untunglah tak lama berselang khadam beliau datang menolong. Oleh si khadam segera dipeluk sembari berdiri untuk diangkat ke ndalem, tapi tak lama kemudian beliau menghembuskan nafas yang terakhir. 

Beribu-ribu orang hadir untuk memberikan penghormatan, dengan mata berkaca-kaca mereka mengenang dengan doa kepada sosok Kyai tercinta. Kyai yang penuh syafaqah dan kasih sayang. Saat itu, keranda sepertinya hanya berjalan di atas ujung jari, karena banyak dan rapatnya orang yang memikul, bahkan tikar yang dibuat sebagai alas keranda menjadi rebutan jamaah sampai habis. Semuanya berebut untuk mengambil, kendati secuil, barokah Kyai Cholil. 

Dalem beliau diwakafkan kepada istri beliau, Nyai Asma Podokaton. Sedangkan kitab-kitab beliau diwakafkan ke Perpustakaan Pondok Sidogiri (kitab wakaf Kyai Cholil ini kelak menjadi cikal-bakal tumbuhnya Perpustakaan Sidogiri.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan

Dalam menjalani masa-masa belajar, Kyai Cholil mengembara dari satu pondok ke pondok yang lain. Selain mengaji kepada Kyai Abdul Djalil, Kyai Cholil pernah ngaji di Pesantren Sarang, Jawa Tengah, yang saat itu diasuh oleh KH. Zubair (ayahanda KH. Maimum Zubair). 

Saat Kyai Cholil mondok di sana, di samping mengaji, secara sembunyi-sembunyi beliau mengisi jeding Kyai Zubair. Selang beberapa lama, hal itu diketahui, Kyai Zubair berkata pada Kyai Cholil, “ma

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+