Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ja'far Sodiq Syuhud, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ja'far Sodiq Syuhud, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

1970 – 2020 M · 5.477 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Ja'far Sodiq Syuhud selain menjadi pengasuh di Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang, beliau juga membuka pengajian kitab rutin di Pesantren Al-Khoirot, mengisi pengajian di Majelis Taklim, Madrasah Diniyah, dan mendakwahkan islam melalui pengajian dari masjid ke masjid.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Pengasuh Pesantren

4.    Karir
5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Ja'far Sodiq Syuhud lahir pada tanggal 19 Februari 1970 di Malang, beliau merupakan putra keenam dari pasangan KH. M. Syuhud Zayyadi dan Nyai Hj. Masluha Muzakki.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Jafar Sodiq Syuhud menikah dengan Nyai Hj. Juwairiyah Arifin. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai enam anak, yakni: Daud Ibrahim, Bessam, Faidh, Aiyadh, Musa, dan Isa.

1.2 Wafat
KH. Ja'far Sodiq Syuhud wafat pada hari Jumat 3 Juli 2020 atau bertetapan dengan13 Dzulqoidah 1441 Hijriah.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Pendidikan awal KH. Ja'far Sodiq Syuhud dimulai dari rumah, saat usianya masih sangat belia. Beliau belajar membaca Al-Qur'an dari seorang ustadz bernama Ustadz Miskari di Al-Khoirot. Pada masa itu, metode pembelajaran membaca Al-Qur'an masih menggunakan sistem mengeja, belum ada metode modern seperti Qiroati dan Iqro’.

Setelah menyelesaikan proses mengeja, beliau melanjutkan pembelajaran dengan membaca surat-surat pendek dalam juz 30. Pada tahap ini, beliau dibimbing oleh ibundanya, Nyai Hj. Masluha Muzakki, dan kemudian oleh ayahnya hingga khatam 30 juz. Setelah menyelesaikan juz 30 atau Juz 'amma, KH. Ja'far melanjutkan belajar membaca Al-Qur'an secara sorogan kepada ayahandanya, KH. Syuhud Zayyadi, dari Juz 1 hingga Juz 29.

Saat memasuki usia sekitar 6 tahun, KH. Ja'far mulai bersekolah di Sekolah Dasar (SD) Negeri Karangsuko pada pagi hari. Sementara itu, pada siang hari mulai pukul 12.30 hingga 17.00, beliau belajar ilmu agama di Madrasah Diniyah Annasyiatul Jadidah, yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Khoirot. Selain itu, KH. Ja'far juga mempelajari ilmu Nahwu dan Shorof secara khusus dari ayahandanya.

Setelah lulus SD dan Madrasah Diniyah, KH. Ja'far melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo. Di sini, beliau mengenyam pendidikan formal mulai dari Madrasah Tsanawiyah hingga lulus program Sarjana Strata 1 (S1) di Institut Agama Islam Nurul Jadid (IAINJ). Pada waktu yang sama, beliau juga belajar kitab kuning dari para Masyayikh dan Pengasuh Nurul Jadid seperti KH. Wahid Zaini, KH. Zuhri Zaini, dan KH. Hasan Abdul Wafi.

KH. Ja'far cukup lama menetap di Pondok Pesantren Nurul Jadid hingga dipercaya mengajar di Perguruan Tinggi IAINJ. Setelah menyelesaikan program Sarjana Strata 1, beliau melanjutkan pendidikannya ke jenjang pascasarjana Strata 2 (S2) jurusan Sosiologi di salah satu perguruan tinggi di Malang.

Pada tahun 2008, KH. Ja’far melanjutkan pendidikan kajian khusus Islam di Makkah, Arab Saudi. Di sana, beliau berguru kepada dua ulama Ahlussunnah Wal Jamaah, yaitu Sayyid Ahmad Al-Maliki, putra Sayid Muhammad bin Alwi Al-Maliki, dan Syaikh Muhammad Al-Yamani, putra Syaikh Ismail Al-Yamani. Ma

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+