Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Ishomuddin Hadziq
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Ishomuddin Hadziq

1965 – 2003 M · 29.998 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Muhammad Ishomuddin Hadziq atau yang akrab disapa dengan panggilan Gus Ishom lahir pada 18 Juli 1965, di Kediri Jawa Timur. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Hadziq dengan Hj. Khodijah binti KH. Hasyim Asy’ari.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Kelebihan Gus Ishom Kala Muda
3.2  Teladan

4.    Karier
5.    Karya-Karya
6.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Muhammad Ishomuddin Hadziq atau yang akrab disapa dengan panggilan Gus Ishom lahir pada 18 Juli 1965, di Kediri Jawa Timur. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Hadziq dengan Hj. Khodijah binti KH. Hasyim Asy’ari. Beliau merupakan putra pertama dari tiga bersaudara, saudara-saudaranya bernama Fahmi Amrullah dan Zakki.

Pada saat kelahirannya, Ibunya yakni Hj. Khodijah mengalami kesulitan. Secepatnya KH. Hadziq sowan kepada KH. Mahrus Aly untuk meminta saran dan doa. KH. Mahrus Aly langsung datang sendiri saat proses kelahirannya dan berdoa agar Allah memberikan kemudahan dan kelancaran. Alhamdulillah bayi lahir dengan selamat dan lancar.

KH. Mahrus Aly langsung berkata, "bayi ini akan menjadi anak yang sholeh," seraya memberinya nama "Ishomuddin" yang artinya adalah orang yang mampu menjaga agama. KH. Mahrus Aly yakin bahwa bayi itu kelak akan menjadi orang besar yang mampu menyebarkan dakwah Islam dan mampu meneruskan estafet kepemimpinan kakeknya, yaitu Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari.

Sebagaimana diketahui bahwa KH. Hasyim Asy’ari adalah seorang ulama terkemuka yang sukses melahirkan ulama penerus yang handal di seluruh Nusantara. Kedalaman ilmu, keluasan wawasan, dan keikhlasan dalam berjuang menjadikan beliau sosok ulama sekaligus pemimpin yang kharismatik dan visioner. Maka, wajar anak cucu beliau mendapatkan tetesan berkah darah biru ulama, sebut saja misalnya KH. Wahid Hasyim, Gus Dur, dan yang paling kentara dalam mewarisi Ilmu Salaf tidak lain adalah Gus Ishom.

1.2 Riwayat Keluarga
Gus Ishom menikah dengan seorang santri dari Pondok Pesantren Seblak asal Pacitan Jawa Timur, namanya Nyai Nia Daniati binti KH. Muhammad Anwar. Dari pernikahan ini lahirlah satu orang putra bernama Muhammad Hasyim Anta Maulana dan satu orang putri bernama La Tahzani Innallaha Ma’ana. Menurut pengakuan mertuanya KH. Muhammad Anwar, salah seorang alumnus Pondok Pesantren Tebuireng

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+