KH. Ali Syibromalisi Ulama Nahdlatul Ulama Betawi Jakarta
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi:
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Mubaligh
3.2 Kiprah di Nahdlatul Ulama
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Ali Syibromalisi bin Guru Mughni bin Sanusi bin Qois bin Ayub atau yang kerap di sapa dengan panggilan KH. Ali Syibromalis lahir di Kuningan, Jakarta, 25 Desember 1921 M.
Beliau merupakan putra dari pasangan Guru Mughni dengan Hj. Masmawin. Ayahanda beliau merupakan satu dari enam guru terkemuka di Betawi. Sedangkan Ibunya yang berasal dari Kampung Baru atau dikenal juga dengan Buncit.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Ali Syibromalisi menikah dengan Nyai Syaikhoh putri dari Guru Marzuqi Cipinang Muara. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai 11 anak.
Kemudian KH. Ali Syibromalisi, menikah kembali dengan Nyai Tihana, gadis yang berasal dari Pela Bangka, salah seorang muridnya. dari pernikahannya, beliau dikaruniai 11 anak.
Anak-anak Penerus beliau dalam bidang Agama, yakni:
- KH. Marzuki Ali,
- KH. DR. Faizah Ali,
- KH. Mustafa.
1.3 Wafat
KH. Ali Syibromalis wafat pada tanggal 03 Juli 1996 M. pukul 14.45 WIB. Beliau berpulang ke rahmatullah di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta Selatan, karena sakit. Jenazah beliau dimakamkan di pemakaman keluarga Mega Kuningan di samping makam ayah, kakek dan buyutnya.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Sekitar tahun 1933 M. saat usia beliau masih sangat muda, sekitar 12 atau 13 tahun, beliau dikirim ke Makkah oleh Guru Mughni untuk belajar memperdalam ilmu-ilmu Islam. Kembali ke Tanah Air karena alasan politik dan kondisi perang dunia II yang mengharuskan pelajar-pelajar Indonesia di Makkah kembali ke tanah airnya.
Guru yang sering beliau sebut adalah Syekh Yasin Al- Fadani. Kedekatan murid dan guru ini tidak diragukan, bahkan ketika Syekh Yasin diundang Presiden Soeharto ke Indonesia, Syekh Yasin sempat mampir di rumah KH. Ali Syibromalisi.
Kembali ke tanah air beliau masih terus berjuang, melalui 3 media, Formal dan Non Formal (pendidikan, majelis ta`lim, organisasi masyarakat dan politik). Perjuangan itu terus beliau lakukan sampai akhir hayatnya.
Di tanah air, teman seperjuangannya yang banyak bersama melangkah memperjuangkan misi yang sama adalah: KH. Abdul Razak Ma’mun (keponakan), KH. Abdul Syakur Chairi (sahabat), dan KH. Ahmad Hajjarmalisi (kakak).
2.2 Guru-Guru
- Guru Mughni (ayah),
- Syekh Yasin Al-Fadani.
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Mubaligh
Setalah dirasa cukup mendapatkan ilmu dari Makkah, KH. Ali Syibromalisi kemudian mengamalkan ilmunya dengan mengajar di 10
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

