Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Nyai. Hj. Makkiyah As’ad
✓ Terverifikasi Tim Riset

Nyai. Hj. Makkiyah As’ad

lahir 1954 M · 23.165 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nyai Hj. Makkiyah As’ad Ulama Nahdlatul Ulama Situbondo Jawa Timur

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.     Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1   Lahir
1.2   Riwayat Keluarga

2.     Sanad Ilmu dan Pendidikan

3      Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1   Memimpin 3 Pesantren
3.2   Pendakwah Profesional
3.3   Aktivis dan Berjiwa Sosial

4     Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

Nyai. Hj. Makkiyah As’ad lahir pada tanggal 31 Desember 1954 di Situbondo. Beliau merupakan putri dari pasangan KH. As’ad Syamsul Arifin dan Nyai Zubaidah Baidhowi.

Beliau adalah anak keempat dari sembilan bersaudara, yakni Nyai Hj. Zainiyah As’ad, Nyai Hj. Mukarromah, Nyai. Hj. Makkiyah As’ad, Nyai Hj. Isaiyah As’ad, KH. Fawaid As’ad. Sementara saudara lain ibu adalah KH. Cholil As’ad Syamsul Arifin dan Abdurrahman.

Sosok Nyai Hj. Makkiyah As’ad yang lahir dari darah ulama terkemuka, semakin mempertegas posisi keulamaannya yang tidak bisa dianggap remeh. Ayahanda Nyai. Hj. Makkiyah As’ad adalah seorang ulama terpandang yang menjadi pelaku sejarah lahirnya sebuah organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, yakni NU.

Ayah beliau juga merupakan anak pertama dari pasangan Raden Ibrahim atau KH. Syamsul Arifin dan Nyai Siti Maimunah yang keduanya berasal dari Pamekasan Madura. Dari jalur ayah, KH. As’ad adalah keturunan Sunan Ampel dan dari pihak ibu masih memiliki garis keturunan dari Pangeran Ketandur, cucu langsung dari Sunan Kudus.

1.2 Riwayat Keluarga
Nyai. Hj. Makkiyah As’ad menikah dengan KH. Nawawi Abdul Jalil dari Pesantren Sidogiri. Buah dari pernikahannya, beliau dikarunia 2 orang putri.

Pernikahan Nyai Hj. Makkiyah dengan KH. Nawawi tidak berlangsung lama karena suratan takdir tidak menghendaki keduanya selalu bersama. Setelah berpisah dengan KH. Nawawi, Nyai Hj. Makkiyah As’ad menikah untuk kedua kalinya pada tahun 1980 dengan dua pupu beliau sendiri, yaitu Drs. KH. Shidqie Mudzhar, yang berasal Pondok Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Duko Timur, Larangan, Pamekasan.

Drs. KH. Shidqie Mudzhar merupakan ulama terkemuka dari Pamekasan yang memiliki pengaruh luar biasa di tengah-tengah masyarakat. KH. Shidqie Mudzhar adalah seorang aktivis PMII, NU, dan dosen di berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur. Bahkan, beliau menjadi salah satu pendiri kampus Universitas Islam Madura (UIM) Betet, Pamekasan, IAI Ibrahimy Sukerojo, dan IDIA Al-Amien, Prenduan, Sumenep.

Buah dari pernikahan Nyai Hj. Makkiyah dengan Drs. KH. Shidqie Mudhar dikarunia 5 orang putra-putri, di antaranya Nyai Hj. Makhsusi Zakiyah, Nyai Hj. Asma Zubaidah, Nyai Hj. Aisyatul As’adiyah, K. Zainul Hasan, dan Nyai Hj. Diana Kholidah.

Sosok Ulama Perempuan Nyai Hj. Makkiyah As’ad di Mata Keluarga sebagaimana yang dituturkan Nyai Hj. Aisyatul As’adiyah Shidqie, sosok Nyai Hj. Makkiyah As’ad adalah se

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+