Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Prof. Dr. KH. Fuad Hasyim
✓ Terverifikasi Tim Riset

Prof. Dr. KH. Fuad Hasyim

1941 – 2004 M · 41.034 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Prof. Dr. KH. Fuad Hasyim lahir pada tanggal 26 Juni 1941 di Buntet Pesantren Desa Mertapada Kulon Kec. Astanajapura Kab. Cirebon. Beliau merupakan putra dari pasangan Nyai. Hj. Karimah dan KH. Hasyim Manshur.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2.         Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1       Pendidikan
2.2       Guru-Guru

3.         Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1       Mendirikan Pesantren

4.         Organisasi
6.         Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
Prof. Dr. KH. Fuad Hasyim dilahirkan pada tanggal 26 Juni 1941 di Buntet Pesantren Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Beliau adalah putra dari Nyai Hj. Karimah dan KH. Hasyim Manshur.

Dalam silsilah ayahnya, beliau adalah keturunan ke-18 dari Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Djati), tokoh ulama ternama dalam sejarah Jawa Barat.

1.2  Riwayat Keluarga
Pada pertengahan tahun 1924, KH. Mohammad Sholeh diambil menantu oleh KH. Faqih untuk dinikahkan dengan keponakannya sendiri, Nyai Rohimah binti KH. Ali. Setelah pernikahan tersebut, pada tahun 1927 mereka berdua pulang ke Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro. Dari pernikahan ini lahirlah dua orang anak, yaitu Sahal Sholeh dan Anisah.

Kemudian, pada tanggal 20 Januari 1934, Nyai Rohimah, istri KH. Mohammad Sholeh, meninggal dunia di Desa Talun dan dimakamkan di Dusun Sedayu, Kabupaten Gresik. Saat itu, anak kedua mereka, Anisah, baru berumur 16 bulan. Beberapa tahun setelah kepergian istrinya, KH. Mohammad Sholeh menikah lagi dengan Nyai Mukhlisoh, yang merupakan janda dari KH. Mahbub. Nyai Mukhlisoh adalah ibu dari H. Badawi Jombang.

Pada tahun 1976, KH. Mohammad Sholeh melakukan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, ditemani oleh Nyai Mukhlisoh. Namun, pernikahan kedua ini tidak dikaruniai anak karena Nyai Hj. Mukhlishoh mengidap penyakit yang akhirnya menyebabkan beliau wafat pada tanggal 18 Februari 1992.

1.3  Wafat
KH. Fuad Hasyim wafat pada hari Senin, 12 Juli 2004, dan dimakamkan keesokan harinya, hari Selasa, 13 Juli 2004. Kepergiannya ini meninggalkan seorang istri serta 11 orang anak yang turut berduka.

Kematian Kiyai Fuad dianggap sangat mendadak karena sehari sebelumnya beliau masih sempat berbincang-bincang dengan para santri dan anak-anaknya. Di saat wafatnya, beliau meninggalkan 400 santri di pondok Nadwatul Ummah yang merasa kehilangan atas kepergiannya.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Prof. Dr. KH. Fuad Hasyim mengawali pendidikannya di SR (setingkat SD) serta belajar berbagai ilmu di Pesantren Buntet, mulai dari ilmu nahwu shorof hingga fiqih dan tauhid. Di sana, beliau belajar dari beberapa guru seperti KH. Mustahdi Abbas, KH. Chawi, KH. Ahmad Zahid, KH. Arsyad, dan ulama lainnya.

Setelah menyelesaikan SR, KH. Fuad Hasyim melanjutkan pendidikannya di luar Pesantren Buntet. Pertama-tama, beliau belajar di Pondok Pesantren Lasem, Jawa Tengah, selama 13 bulan dengan guru-guru seperti KH. Ma’sum Lasem, KH. Ahmad Syakir, KH. Baidlowi, dan KH. Mansyur Kholil. Kemudian, beliau melanjutkan ke Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, untuk mengkaji

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+