DR. KH. Achmad Sarkosi Subki, adalah pendiri Pesantren Mansya'ul Huda, Majalengka. DR. KH. Achmad Sarkosi Subki, dilahirkan pada tahun 1943, dari ayahanda yaitu KH. Subki dan ibunda Hj. Naerah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pondok Pesantren
4.2 Karier Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
DR. KH. Achmad Sarkosi Subki, dilahirkan pada tahun 1943, dari ayahanda yaitu KH. Subki dan ibunda Hj. Naerah.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1966, DR. KH. Achmad Sarkosi Subki menikah dengan Hj. Wardatul Jannah, putri dari Bapak H. Saroni dan Ibu Hj. Siti Aisah. Dari pernikahan ini Beliau dikaruniai 7 orang anak, terdiri atas 3 orang putera (1 almarhum) dan 4 orang puteri. Alhamdulillah seluruh putera-puteri beliau sudah berkeluarga dan mengenyam pendidikan tinggi.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
DR. KH. Achmad Sarkosi Subki mendapatkan pendidikan ilmu agama yang ketat dan penuh disiplin dari orang tuanya. Di Pesantren orang tuanya, DR. KH. Achmad Sarkosi Subki mendapatkan berbagai pengajaran ilmu agama.
Selanjutnya disamping mendapatkan pendidikan formal di SMPN I Jatiwangi, DR. KH. Achmad Sarkosi Subki memulai menuntut ilmu di Pesantren Raudlatul Mubtadiin Cisambeng, diteruskan ke Pesantren Ciwaringin di bawah pengasuhan Kyai kharismatik, KH. Amin (Kyai Sepuh) dan KH. Sanusi (Kyai Anom) serta KH. Abdul Hannan.
Pendidikan pesantren dilanjutkan ke Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmu asy Syar’i (Sarang, Lasem, Rembang, Jawa Tengah) di bawah asuhan KH. Imam Kholil, KH. Ahmad dan KH. Zubair Dahlan (ayahanda Embah KH. Maimun Zubair) yang nama pesantrennya adalah Mansyaul Huda, nama yang kemudian digunakan sebagai nama pesantren yang didirikan oleh DR. KH. Achmad Sarkosi Subki
DR. KH. Achmad Sarkosi Subki dapat bersilaturrahim dan memiliki akses ke berbagai kalangan. Antara lain ke Pesantren Kempek, yang meskipun pada awalnya para Kyainya bukan guru namun kemudian menjadi guru, seperti KH. Umar, KH. Nasir, dan KH. Aqil. Begitu juga dengan pesantren Buntet, KH. A. Sarkosi Subki memiliki hubungan baik dengan KH. Jawahir, KH. Abdullah Abbas, KH. Mustamid Abbas, dan KH. Fuad Hasyim. Bahkan Beliau sangat dekat dengan KH. Fuad Hasyim hingga akhir hayatnya.
2.2 Guru-Guru Beliau saat Menuntut Ilmu di antaranya:
- KH. Subki
- KH. Amin (Kyai Sepuh)
- KH. Sanusi
- KH. Abdul Hannan
- KH. Imam Kholil
- KH. Ahmad
- KH. Zubair Dahlan
- KH. Umar Sholeh
- KH. Nasir
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

