KH. Taufiqul Hakim atau yang lebih dikenal dengan Gus Taufiq lahir pada tanggal 14 Juni 1975 di Desa Sidorejo, Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra dari pasangan Bapak Supar dan Hj. Aminah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Taufiqul Hakim atau yang lebih dikenal dengan Gus Taufiq lahir pada tanggal 14 Juni 1975 di Desa Sidorejo, Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra dari pasangan Bapak Supar dan Hj. Aminah.
Kedua orang tuanya adalah seorang petani yang mempunyai ghirah keagamaan yang sangat tinggi, sehingga sangat memperhatikan pendidikan agama kepada anak-anaknya termasuk kepada Gus Taufiq.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Gus Taufiq menerima perhatian yang besar dari kedua orang tuanya, yang terlihat dari perjalanan pendidikannya. Setelah menyelesaikan sekolah TK pada tahun 1981 dan SD pada tahun 1987, beliau melanjutkan ke MTs Wahid Hasyim Bangsri dan lulus pada tahun 1990. Selanjutnya, Gus Taufiq diarahkan untuk melanjutkan pendidikan sambil nyantri di Pondok Pesantren Maslakhul Huda, Kajen, Margoyoso, Pati.
Selain nyantri di Pondok Pesantren Maslakhul Huda, beliau juga bersekolah di Diniyah Wustha Mathali’ul Falah (Perguruan Islam Mathali’ul Falah / PIM) selama dua tahun dan lulus pada tahun 1992. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah (MA) PIM selama tiga tahun dan lulus pada tahun 1995, di bawah asuhan KH. Sahal Mahfudh dan KH. Abdullah Salam.
Untuk menambah kekhusukan dan kemantapan hati, Gus Taufiq juga mondok di Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Klaten di bawah asuhan KH. Salman Dahlawi selama 100 hari untuk berguru Thoriqah An-Naqsyabandiyah.
2.2 Guru-guru beliau saat Menuntut Ilmu
- KH. Sahal Mahfudh
- KH. Abdullah Salam
- H. Salman Dahlawi
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
KH. Taufiqul Hakim dikenal sebagai seorang yang sangat dekat dengan aktivitas pendidikan dan dakwah Islam. Sebagai seorang pemikir dan praktisi dakwah, KH. Taufiqul Hakim aktif dalam berbagai kegiatan dakwah dan pendidikan Islam. Beliau sering menjadi pembicara dalam berbagai seminar yang diadakan oleh pondok pesantren maupun di perguruan tinggi. Salah satu contohnya adalah seminar di Universitas Darul Ulum (UNDAR) Jombang, Jawa Timur. Setiap tiga puluh lima hari sekali, atau yang dikenal dengan istilah selapanan, KH. Taufiqul Hakim mengadakan kajian dan bedah buku di aula Pondok Pesantren Darul Falah. Acara ini dihadiri oleh peserta yang datang dari berbagai daerah seperti Jepara, Demak, Kudus, dan Pati.
Metode Amtsilati yang mudah dipahami membuatnya semakin banyak digunakan oleh lembaga-lembaga di luar Pondok Pesantren Darul Falah. Diperkirakan sudah ratusan lembaga yang menggunakan metode ini untuk memudahkan para santrinya dalam memahami kitab kuning.
Setiap tahun, Pondok Pesantren Darul Falah mengalami transformasi yang signifikan.
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

