Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Dr. KH. MA. Sahal Mahfudz, Rais ‘Aam Syuriyah PBNU (1999-2014)
✓ Terverifikasi Tim Riset

Dr. KH. MA. Sahal Mahfudz, Rais ‘Aam Syuriyah PBNU (1999-2014)

1937 – 2014 M · 61.882 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Sejak kecil, Dr. KH. MA. Sahal Mahfudz memulai pendidikannya dengan diasuh oleh ayahnya sendiri. Ayahnya adalah sosok kyai yang memiliki jalur nasab dengan Syekh Ahmad Mutamakkin.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Murid-Murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Menjadi Pengasuh Pesantren

5.    Perjalanan Karir dan Organisasi
6.    Karya-Karya
7.    Penghargaan
8.    Teladan
9.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
Dr. KH. MA. Sahal Mahfudz lahir pada tanggal 17 Desember 1937, di Desa Kajen, Margoyoso, Pati. Beliau merupakan putra ketiga dari enam bersaudara, dari pasangan KH. Mahfudz Abdussalam Al-Hafidz (w. 1944 M) dengan Hj. Badi’ah (w. 1945 M).

Saudara-saudara beliau di antaranya, KH. M. Hasyim, Nyai Hj. Muzayyanah (istri KH. Manshur Pengasuh PP. An-Nur Lasem), Nyai Hj. Salamah (istri KH. Mawardi, pengasuh PP. Bugel-Jepara, kakak istri KH. Abdullah Salam), Nyai Hj. Fadhilah (istri KH. Radhi Shaleh Jakarta), dan Nyai Hj. Khadijah (istri KH. Maddah, pengasuh PP. As-Sunniyyah Jember yang juga cucu KH. Nawawi, adik kandung KH. Abdussalam, kakek KH. Sahal).

1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1968 M (ada yang menyebut 1969) Dr. KH. MA. Sahal Mahfudz menikah dengan Dra. Hj. Nafisah binti KH. Abdul Fattah Hasyim, Pengasuh Pesantren Fathimiyah Tambak Beras Jombang. Dari penikahannya, beliau dikarunia seorang putra, bernama Abdul Ghafar Razin.

1.3 Wafat
Dr. KH. MA. Sahal Mahfudz wafat pada hari Jum’at 24 Januari 2014 dini hari pukul 01.05 WIB di kediamannya, Kompleks Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen, Pati, Jawa Tengah dalam usia 78 tahun.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Sejak kecil, Dr. KH. MA. Sahal Mahfudz memulai pendidikannya dengan diasuh oleh ayahnya sendiri. Ayahnya adalah sosok kyai yang memiliki jalur nasab dengan Syekh Ahmad Mutamakkin. Selain kepada ayahnya beliau juga belajar kepada pamannya sendiri, KH. Abdullah Salam. KH. Abdullah Salam adalah sosok guru yang tidak pernah mendikte Kyai Sahal. Beliau diberi kebebasan dalam menuntut ilmu di manapun. Tujuannya agar Kyai Sahal bertanggung jawab pada pilihannya. Apalagi dalam menuntut ilmu Kyai Sahal menentukan adanya target, hal inilah yang menjadi kunci kesuksesan beliau dalam belajar.

Setelah selesai, beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Madrasah Ibtidaiyah (1943-1949), Madrasah Tsanawiyah (1950-1953) Perguruan Islam Mathali’ul Falah, Kajen, Pati. Setelah beberapa tahun belajar di lingkungannya sendiri, beliau nyantri ke Pesantren Bendo, Pare, Kediri, Jawa Timur di bawah asuhan Kyai Muhajir.

Selanjutnya tahun 1957-1960, beliau belajar di Pesantren Sarang, Rembang, tentang ushul fiqih, qawa’id fiqih dan balaghoh di bawah bimbingan Kyai Zubair Dahlan. Pada pertengahan tahun

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+