Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Majid Kamil MZ (Gus Kamil)
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Majid Kamil MZ (Gus Kamil)

1971 – 2020 M · 22.343 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Majid Kamil Maimoen Zubair atau yang kerap disapa dengan panggilan Gus Kamil lahir pada tanggal 20 Juni 1971 di Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Maimoen Zubair dengan Nyai. Hj. Masthi'ah binti KH. Idris asal Cepu, Blora.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.   Karier
4.   Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Majid Kamil Maimoen Zubair atau yang kerap disapa dengan panggilan Gus Kamil lahir pada tanggal 20 Juni 1971 di Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Maimoen Zubair dengan Nyai. Hj. Masthi'ah binti KH. Idris asal Cepu, Blora.

1.2 Wafat
Pada hari Minggu, 12 Juli 2020, sekitar pukul 19.50 WIB, Gus Kamil menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Dr. R. Soetrasno Rembang, beliau wafat pada usia 49 tahun.

Sebelum wafat, Gus Kamil seolah-olah mendapat isyarat dan tanda-tanda yang menyusul kepergian KH. Maimoen Zubair, sang ayah. Gus Kamil pernah mengutarakan bahwa ia bermimpi menyusul sang ayah ke Makkah. Seperti yang diketahui, KH. Maimoen Zubair wafat di Makkah pada Selasa, 6 Agustus 2019.

Mimpi tersebut terjadi beberapa hari sebelum sang ayah wafat. Dalam mimpinya, Gus Kamil mengatakan bahwa ia sedang mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk berangkat haji, meskipun ia tidak berencana untuk berhaji. Beliau mengatakan, bila persiapan hajinya terpenuhi, berarti mimpi itu menjadi kenyataan.

Ternyata, persiapan hajinya seperti paspor dan visa berjalan lancar seakan-akan ada yang membantunya.

"Saya pernah bermimpi, ada seorang dari pemerintahan yang mengupayakan saya berangkat haji tahun ini. Saya juga tidak tahu, dalam hati saya berkata, saya tidak terjadwal haji kok mau diberangkatkan haji," katanya dalam sebuah kesempatan.

Peristiwa ini menambah kesan bahwa Gus Kamil telah dipersiapkan untuk mengikuti jejak sang ayah ke tanah suci, meninggalkan dunia dengan penuh persiapan rohani dan jasmani. Wafatnya Gus Kamil meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan para pengikutnya, menandai akhir dari perjalanan hidup seorang yang penuh dedikasi dalam menuntut ilmu dan beribadah.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Masa kecil Gus Kamil dipenuhi dengan pendidikan agama yang ketat, seperti halnya putra-putri Mbah Moen lainnya. Madrasah Ghazaliyah Syafi'iyyah (MGS) menjadi titik awal perjalanan intelektual Gus Kamil di dunia keilmuan yang tiada berujung.

Kepribadiannya yang santai dan ulet, disertai dengan kesungguhannya dalam menuntut ilmu, membuatnya menonjol di antara rekan-rekannya. Setelah menyelesaikan pendidikannya di MGS pada tahun 1992, Gus Kamil melanjutkan studinya di Ma'had (Pondok) Darut Tauhid, Makkah Al Mukarromah. Di sana beliau berguru kepada Sayyid Muhammad.

Di Ma'had Darut Tauhid, Gus Kamil mempelajari berbagai disiplin ilmu agama, mulai dari metode klasikal hingga metode sorogan, di bawah bimbingan para ulama yang didatangkan ke pondok tersebut.

2.2 Guru-Guru
1. KH. Maimoen Zubair
2. ​As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki

4. Karier

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+