KH.Jauhari Zawawi Ulama Nahdaltul Ulama Pesantren Assunniyyah Jember Jawa Timur
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Mendirikan Masjid
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Peranan di Nahdlatul Ulama (NU)
3.2 Kisah
4. Chart Silsilah Sanad
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1. Lahir
KH. Jauhari Zawawi lahir di Waru, Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Jawa Tengah, pada hari Jum'at Wage tahun 1911. Beliau adalah cucu dari R. Yusuf Mangkudirjo, seorang keturunan dari Sunan Kalijaga.
Neneknya, yakni Ny. Saroh binti Muhsin adalah cucu dari Mbah Saman bin Sriman dari Klampis, Madura, mantan prajurit Goa Selarong, pasukan inti Pangeran Diponegoro yang kemudian memilih berjuang di bidang pendidikan dan merintis berdirinya Pondok Pesantren Sarang, Rembang Jawa Tengah. Sementara ibu beliau, Ny. Umamah bin K. Nur Khotib adalah keturunan ke-9 Sayyid Abdurrahmah Ba Syaiban alias Mbah Sambu, Lasem.
1.2 Wafat
KH. Jauhari Zawawi wafat pada hari Rabu Kliwon, 11 Shafar 1415 H atau 20 Juli 1994, jam 05.10 Istiwa' menjelang waktu Maghrib. Al-Maghfurlah meninggalkan empat orang putra dan seorang istri serta Pondok Pesantren Assunniyyah.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Jauhari Zawawi memulai pendidikanya dengan belajar di lingkungan rumahnya, bersama keluarganya. Pada usia 11 tahun, beliau bersama Syekh Hamzah Syatha, cucu Sayyid Bakri Satha, pengarang "I'anah At-Thalibin" dan sudah hafal 1000 bait nadzom Alfiyah.
Setelah dirasa cukup belajar di lingkunganya, beliau melanjutkan pendidikannya mondok kepada KH. Abd. Syakur, Suidang, Abah KH. Abul Fadlol Senori yang masih saudara nenek beliau, yakni Ny. Saroh. Di sana, beliau juga belajar kepada KH. Ma'ruf, Jatirogo.
Setelah itu beliau tinggal di Kajen, Pati untuk mengaji kepada kyai-kyai dzurriyah Mbah Mutamakkin, seperti KH. Mahfudh (Abah KH. Sahal Mahfudh), KH. Nawawi dan lain sebagainya.
Kurang lebih dua tahun di Kajen, KH. Jauhari pindah ke Pondok Pesantren Sarang, beliau mengaji kepada KH. Umar, KH. Syu'aib, KH. Imam, dan KH. Zubair yang kelak menjadi besan beliau (mertua KH. A. Sadid Jauhari).
Lalu tabarrukan di Pondok Pesantren Termas yang diasuh oleh KH. Dimyati (adik Syekh Mahfudh At-Turmusi).
Setelah di rasa cukup menjelajah pesantren-pesantren di Pan
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

