KH. Hasan Saifur Rijal lahir pada 28 Oktober 1928 atau yang bertepatan pada 13 Jumadil Awal 1347 H di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Mohammad Hasan dan Nyai Hj Siti Aminah binti H. Bakri.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Masa Kecil
3.2 Menjadi Pengasuh Pesantren
3.3 Pejuang Kemerdekaan
4. Keistimewaan
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Hasan Saifourridzall lahir pada tanggal 28 Oktober 1928 atau yang bertepatan pada 13 Jumadil Awal 1347 H di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Mohammad Hasan dan Nyai Hj. Siti Aminah binti H. Bakri.
Nama kecil KH. Hasan Saifourridzall adalah Non Ahsan. Nama Hasan Saifourridzall didapatkan beliau saat menunaikan ibadah haji. Nama tersebut diajukan beliau kepada seorang wali dan ulama besar di masa itu yaitu Sayyid Muhammad Amin Al-Kutbi.
Ketika nama itu diajukan Sayyid Muhammad Amin Al-Kutbi mengatakan, "saya belum pernah memberi nama seperti ini, Sayyid Amin bertanya, kamu dari mana?". "Dari Indonesia", jawab Kyai Non Ahsan.
Sayyid Muhammad Amin Al-Kutbi bertanya lagi, "kamu putranya siapa?". Kyai Non Ahsan menjawab, "saya putra KH. Muhammad Hasan Genggong".
Sayyid Amin Al-Kutbi berkata kepada Kyai Non Ahsan bahwa KH. Muhammad Hasan adalah seorang 'Allamah (sangat Alim dan luas pengetahuan ilmu agamanya) setelah itu Sayyid Muhammad Amin Al-Kutbi menyetujui nama itu untuk digunakan Non Ahsan.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Hasan Saifourridzall menikah dengan Nyai Hj. Himami Hafshawati pada tahun 1952.
1.3 Wafat
Jauh-jauh hari Kyai Hasan Saifourridzall telah mengetahui bahwa beliau akan wafat hari Jum'at. Suatu hari, beliau sempat meminta kepada putra-putri beliau agar tidak dibawa ke rumah sakit, meski saat itu beliau sedang sakit parah. Pada suatu hari Senin, karena parahnya sakit yang diderita, beliau merasakan kakinya sudah dingin, detak jantungnya pun melemah. Lalu Kyai Hasan Saifourridzall berkata, "aku kok mau dicabut sekarang, aku mau meninggal hari Jum'at."
Siang hari Jum'at, 13 Juni 1991 ketika salah seorang khadim beliau Anam sedang menemani beliau, Kyai Hasan Saifourridzall bertanya kepada Anam, "Kamu mau minta apa padaku?" Anam khadim beliau pun menjawab, "tidak minta apa-apa Yai." Pertanyaan itu diulang sampai tiga kali, Anam pun menjawab dengan kalimat yang sama.
Setelah itu Kyai Hasan Saifourridzall menepuk bahu Ana
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

