Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abdul Manan Dipomenggolo
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abdul Manan Dipomenggolo

1800 – 1865 M · 11.287 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Abdul Manan Dipomenggolo beliau adalah ulama besar dari Pacitan, Jawa Timur dan memiliki keturunan penerusnya menjadi ulama-ulama besar, Pesantren Tremas merupakan salah satu pesantren rujukan para ulama untuk menjadikan keturunan atau penerusnya meneruskan perjuangan keulamaan.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-guru Beliau
2.3       Mendirikan dan Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Anak-anak Beliau
3.2       Murid-murid Beliau

4          Karier
4.1       Jasa Beliau
4.2       Karier Beliau

5.         Chart Silsilah
5.1       Chart Silsilah Sanad

6         Referensi

1 Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. Abdul Manan Dipomenggolo mempunyai nama kecil Raden Bagus Darso adalah putra dari Raden Ngabehi Dipomenggolo.

Secara nasab, KH. Abdul Manan Dipomenggolo berasal dari keluarga salah satu ningrat. Hal ini bisa ditelusuri lebih jauh keatas dari silsilah yang dimiliki oleh keluarga besar Pondok Tremas Pacitan dan Pondok Kikil sebagai dzuriyyah atau keturunan langsung KH. Abdul Manan Dipomenggolo.

Raden Bagus Darso merupakan putera dari salah seorang tokoh yang sangat dihormati di daerah Semanten Pacitan. Ayahnya bernama Raden Ngabehi Dipomenggolo. Tidak diketahui pasti tanggal, bulan, dan tahun berapa Raden Bagus Darso dilahirkan, namun diperkirakan Raden Bagus Darso dilahirkan pada tahun 1800-an. Minimnya data tentang tanggal lahir Raden Bagus Darso membuat Ibunda Raden Bagus Darso tidak diketahui pasti siapa namanya. Namun yang jelas Raden Bagus Darso dilahirkan dari keluarga darah biru yang agamis.

Sementara itu Raden Ngabehi Dipomenggolo merupakan putera dari Kiai Ageng Setroyudo. Bila ditelusuri ke atas lagi, nasabnya akan sampai kepada Kiai Ampok Boyo, kemudian kepada Raden Joko Puring, hingga terakhir kepada Brawijaya ke V. Inilah kenapa pada nama Bagus Darso diawali dengan kata “Raden”, yang dapat dipersepsikan bahwa Raden Bagus Darso berasal dari keluarga yang memiliki nasab yang baik dan dari keluarga terpandang kala itu.

1.2  Riwayat Keluarga
Kemudian tidak lama setelah itu, KH. Abdul Manan Dipomenggolo menikah dengan puteri Demang Tremas yang bernama Raden Ngabehi Honggowijoyo. Lagi-lagi tidak ada catatan, siapa nama isteri dari KH. Abdul Manan Dipomenggolo tersebut.

KH. Abdul Manan Dipomenggolo memiliki lima orang putra, yakni Kiai Mirah Besari, Kiai Mirah Misbah, Kiai Mirah Ibrahim, Kiai Abdullah, dan Kiai Athoillah. Kelima putranya ini, kelak akan menyebar dan ikut berperan dalam merawat peninggalan KH. Abdul Manan Dipomenggolo, yakni peradaban pesantren.

1.3  Wafat
KH. Abdul Manan Dipomenggolo

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+