Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abu Bakar Shofwan, Pendiri Pesantren Madrasatul Huffadz I Gedongan
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abu Bakar Shofwan, Pendiri Pesantren Madrasatul Huffadz I Gedongan

1942 – 2016 M · 13.890 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Abu Bakar Shofwan atau yang kerap disapa dengan panggilan Kiyai Abu, lahir pada tahun 1942, di desa Pejomblangan, Kedungwuni, Pekalongan. Beliau merupakan putra dari H. Shofwan Hj. Timu binti Ahmad Jaiz, Kudus yang merupakan keturunan dari Sunan Kudus.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren

4.    Karier
5.    Karya

6.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Abu Bakar Shofwan atau yang kerap disapa dengan panggilan Kyai Abu, lahir pada tahun 1942, di Desa Pejomblangan, Kedungwuni, Pekalongan. Beliau merupakan putra dari H. Shofwan dan Hj. Timu binti Ahmad Jaiz, Kudus yang merupakan keturunan dari Sunan Kudus.

Nasab beliau dari jalur ayah merupakan saudara dari KH. Kholil Bangkalan. Nasab beliau di antaranya, H. Shofwan bin Muharrir bin Muhamad bin Ahmad Prawiro bin Ahsan Prawiro bin Ahmad Prawiro bin Ahmad Abdullah.

1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1969, Kyai Abu dijodohkan oleh KH. Mahrus Ali dengan Nyai Zaenab binti KH. Siradj, yaitu cucu dari KH. Muhamad Sa’id pendiri Pondok Pesantren Gedongan. Pernikahannya dengan Nyai Zaenab ini, Kyai Abu tidak dikaruniai keturunan. Kemudian, Kyai Abu menikah kembali dengan Nyai Umul Banin binti H. Sanusi. Buah dari pernikahannya, beliau dikarunia tiga orang putra-putri. Anak-anak beliau adalah Minnatul Maula (lahir 1993), Abdul Wahhab (lahir 1996), dan Ayu Fitriyah (lahir 2001).

1.3 Wafat
Kiyai Abu wafat pada hari Senin, 30 Mei 2016 pukul 7.30 di Rumah Sakit Gunung Jati, Cirebon. Jenazah beliau dimakamkan di Pemakaman Umum Gedongan tidak jauh dari makam KH. Muhamad Sa’id.

2.  Sanad Ilmu dan Pendidikan
Pada tahun 1949, Kyai Abu memulai pendidikannya di Sekolah Rakyat. Di masa ini, beliau berhasil mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an 30 juz di hadapan ayahnya. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan Al-Qur’an pada Kyai Syarif di Pekalongan, di mana ia berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an​.

Pesantren Kaliwungu
Pada tahun 1953, Kyai Abu melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren Kaliwungu di Kendal, Jawa Tengah, di bawah bimbingan KH. Badawi. Di pesantren ini, beliau menghafal Al-Qur’an dan menyelesaikan hafalan 30 juz pada tahun 1959​.

Pesantren Lirboyo
Setelah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an di Kaliwungu, Kyai Abu melanjutkan pendidikannya di Pesantren Lirboyo, Kediri, yang saat itu diasuh oleh KH. Mahrus Ali. Di sini, beliau mendalami berbagai kitab salaf dan memperdalam ilmu agama​.

2.1 Guru-guru
KH. Abu Bakar Shofwan Gedongan mendapatkan pendidikan agama dari beberapa ulama besar yang membentuk dasar keilmuan dan spiritualitasnya. Berikut adalah beberapa guru utama beliau:
1. Kyai Syarif Pekalongan, setelah menyelesaikan pendidikan dasar di Sekolah Rakyat dan mengkhatamkan Al-Qur'an di hadapan ayahnya, Kyai Abu belajar lebih lanjut kepada Kyai Syarif di Pekalongan. Di sini, beliau memperdalam ilmu bacaan Al-Qur'an sebelum melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi.

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+