Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Bisri Kholil Rejoso
\U0001F4DC
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Bisri Kholil Rejoso

1922 – 1969 M · 8.934 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Sekitar tahun 1927, ayah KH. Bisri Kholil mengajaknya untuk pergi ke tanah suci Makkah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Sekolah
3.2  Melawan Penjajah
3.3  Terjun ke Politik

4.    Chart Silsilah Sanad

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Bisri Kholil lahir pada tahun 1922 M di Rejoso, Jombang, Jawa Timur. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Kholil Rejoso dengan Nyai Siti Fatimah.

Sekitar tahun 1927, ayah KH. Bisri Kholil mengajaknya untuk pergi ke tanah suci Makkah. Tradisi ke tanah suci ini dalam pandangan keluarganya amatlah penting, karena selain untuk menambah wawasan keilmuan dan semangat mencari ilmu, tetapi juga pengalaman dan keilmuan yang didapatkannya ini nantinya sangat dibutuhkan dirinya terutama ketika mengelola dan menjaga kontinuitas pendidikan di Pondok Pesantren Darul Ulum.

1.2 Riyawat Keluarga
Pada tahun 1949 M. KH. Bisri Kholil menikah dengan Nyai Hairiyah, putri KH. Dimyati, Trowulan, Mojokerto. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai 4 putri dan 4 putra. Anak-anak beliau di antaranya Nyai Muyassarah, Nyai Fatimah, Kyai Ahmad Dimyati, Kyai Muhammad Dahlan, Nyai Mahmudah, Kyai Muhammad Hamid, Kyai Muhammad Idham Ghozali, dan Nyai Qurratul Ainiyah.

Yang terakhir ini ia lahir tanpa mengetahui dan mengenal rupa sang ayah.

1.3 Wafat
KH. Bisri Kholil wafat pada 8 Syawwal 1387 H atau yang bertepatan pada 8 Januari 1969 M di Pesantren Darul Ulum Jombang.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Kyai Bisri Kholil memulai pendidikannya dengan belajar di Pondok Lasem, Jawa Tengah, di bawah asuhan Mbah Ma’shum dan Mbah Baidlawi. Di lembaga pendidikan ini beliau mendapat seorang teman akrab yang nantinya sangat mempengaruhi arah perjuangannya di masa depan. Teman itu adalah KH. Ahmad Syaikhu.

Setelah selesai nyantri di Pondok Lasem, beliau kemudian melanjutkan pendidikannya di bidang pengetahuan umum di Surabaya.

2.2 Guru-Guru
1. KH. Kholil Rejoso (ayah),
2. KH. Ma’shum Lasem,
3. KH. Baidlawi.

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Mendirikan Sekolah
Setelah beberapa lama Kyai Bisri Kholil terlibat langsung dalam mengelola dan memajukan pendidikan di Pesantren Darul Ulu

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+