KH. Ahmad Dahlan Semarang adalah ulama NU yang juga anak dari KH. Abdullah Tremas
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
2.3 Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Karier
4.1 Karier Beliau
4.2 Karya Beliau
5. Chart Geneology
5.1 Chart Geneology Guru beliau
5.2 Chart Geneology Murid beliau
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
.Kiai Ahmad Dahlan lahir di Tremas, Pacitan, sekitar tahun 1279 H/1862 dari pasangan KH. Abdullah bin KH. Abdul Mannan Dipomenggolo dan Nyai Siti Aminah. Kakeknya, KH. Abdul Manan Dipomenggolo (wafat 1862), yakni pendiri Pesantren Tremas, Pacitan, di tahun 1830. Sementara ayahnya, KH. Abdullah, melanjutkan kepemimpinan pesantren dari tahun 1862 hingga wafatnya di Mekah pada tahun 1894. Beliau mengantar keempat putra-putranya, Mahfuzh, Ahmad Dahlan, Dimyathi dan Abdurrozak, naik haji dan mencar ilmu selama bertahun-tahun di Mekah.
Kecuali Syekh Mahfuzh Tremas, mereka kembali ke Tanah Air di penghujung tahun 1896. Perjuangan Kiai Abdullah tidaklah sia-sia. Semua putra dia menjadi ulama besar. Syekh Mahfudz Tremas (wafat 1920), yakni guru besar dan ulama kenamaan di Mekkah. KH. Dimyathi menjadi pelanjut kepemimpinan Pesantren Tremas. KH. Muhammad Bakri menjadi ulama ilmu al-Quran. KH. Abdurrozaq jadi ulama dan mursyid Tarekat Syadziliyah yang berbasis di Tremas. Sementara KH. Ahmad Dahlan sendiri menjadi ulama falak.
1.2 Riwayat Keluarga
Kiai Ahmad Dahlan menikah pertama kali dengan Nyai Ummu Kulsum Semarang, dan dikaruniai seorang putra bernama Ahmad (1899-1976). Putra dia ini (dikenal dengan nama KH. Ahmad al-Hadi) kemudian menjadi ulama terkenal di Bali, pendiri pesantren di Kampung Timur Sungai, Jembrana, tahun 1930 dan pendiri NU pertama di Loloan, Negara, Bali, di tahun 1934.
1.3 Wafat
KH. Ahmad Dahlan Tremas wafat pada hari Ahad tanggal vii Syawal tahun 1329 H/ 1911 dan dimakamkan di pemakaman umum Bergota Semarang, dimana pusara dia berjejer dengan makam gurunya, KH. Saleh Darat Semarang.
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak kecil Kiai Ahmad Dahlan mencari ilmu pertama kali di pesantren ayahnya di Tremas, kemudian menuju Mekkah mencari ilmu pada ulama-ulama Hijaz termasuk kepada sang kakak di
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

